Surabaya (beritajatim.com) – Pertandingan Persebaya Surabaya melawan Arema FC diwarnai kekecewaan suporter setelah panitia memutuskan untuk menggelar laga tanpa penonton pada Rabu (27/3/2024).
Rahmad Suci, salah satu suporter Persebaya asal Perak Surabaya, mengungkapkan kekecewaannya meskipun ia tidak berniat berangkat ke Bali untuk mendukung timnya. Menurutnya, pertandingan tanpa penonton bukan solusi terbaik untuk menekan kericuhan dan justru bisa memicu masalah di luar stadion.
“Tetap tanpa penonton bukan solusi untuk mengurangi atau menghindari kerusuhan kalau aparat keamanan setempat tidak tegas bertindak. Justru hal demikian akan menimbulkan kerusuhan kecil di luar apabila supporter tetap ada yang berangkat meskipun sudah ada imbauan, ditambah tim tak ada pemasukan,” ungkap Rahmad.
Meskipun kecewa, Rahmad tetap optimis dengan performa Persebaya di bawah arahan Paul Munster. Ia yakin Munster memiliki strategi untuk meraih kemenangan melawan Arema dengan materi pemain yang ada saat ini.
“Semenjak dipegang coach Munster aku optimis Persebaya perlahan bangkit dengan materi pemain yang ada saat ini. Untuk lawan Arema, Saya yakin coach munster punya cara untuk menang dengan materi pemin yang ada saat ini. Meskipun kami tahu bagaimana materi pemain musim ini,” tutupnya.
Laga krusial ini akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Rabu (27/3/2024) tanpa kehadiran penonton. Keputusan ini diambil panpel Arema FC berdasarkan rekomendasi dari Polres Gianyar untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. [way/beq]






