Surabaya (beritajatim.com) – Grace Evi Ekawati, Ketua Perbasi Jatim, mengambil tindakan tegas terhadap event organizer (EO) pertandingan bola basket yang tidak mengurus rekomendasi. Adapun rekomendasi berasal dari Pengprov Perbasi Jawa Timur.
Hal ini terjadi setelah sebuah kasus viral terjadi minggu lalu (17/3/2024) di Tulungagung. Grace Evi Ekawati secara langsung melakukan inspeksi mendadak dan menghentikan pertandingan basket di Tulungagung karena tidak memiliki rekomendasi dari Pengprov Perbasi Jawa Timur.
“Saya melakukan tindakan ini untuk menegakkan disiplin agar para peserta lebih patuh terhadap peraturan. Rekomendasi ini penting untuk memastikan keselamatan atlet yang berpartisipasi, serta jika terjadi masalah, ada pihak yang bertanggung jawab,” ungkap Grace Evi Ekawati, yang akrab disapa Mama Evi, pada Minggu (24/3/2024) di Koni Jawa Timur.
Evi menjelaskan bahwa rekomendasi ini diperlukan dari Perbasi Kabupaten dan Kota jika peserta hanya berasal dari satu kabupaten atau kota.
“Namun, jika melibatkan dua atau lebih kabupaten dan kota, harus mendapatkan rekomendasi dari Pengurus Perbasi Provinsi,” tambahnya.
Mama Evi menegaskan bahwa langkah penghentian tersebut tidak ditujukan untuk pembinaan atlet basket. “Kami memberikan sanksi kepada Event Organizer (EO), bukan kepada panitia dan atlet yang bertanding,” jelasnya.
Sanksi yang diberikan oleh Perbasi Jatim kepada EO adalah larangan menggelar acara atau pertandingan basket selama dua tahun. “Sedangkan untuk panitia, karena itu berasal dari wasit FIBA yang dimiliki Perbasi Jatim, kami hanya memberikan peringatan agar tidak mengulangi perbuatan seperti menyelenggarakan pertandingan tanpa rekomendasi dari Pengurus Perbasi Kabupaten dan Kota atau Provinsi Jatim,” tambahnya.
Terkait pertanyaan apakah pemberian rekomendasi itu gratis, Evi mengonfirmasi bahwa rekomendasi diberikan secara cuma-cuma. “Namun, jika pertandingan diselenggarakan oleh EO, kami hanya meminta biaya pembinaan atlet dan bukan kepada penyelenggara amatir,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KONI Jatim, M Nabil, menyambut baik langkah yang diambil oleh Perbasi Jatim. Menurutnya, langkah ini merupakan langkah administratif yang baik. “Semua pihak harus memperoleh rekomendasi dari induk organisasi mereka,” tambahnya.
Nabil menganggap upaya yang dilakukan oleh Perbasi Jatim sudah tepat dengan menghentikan pertandingan yang tidak memiliki rekomendasi dari induk organisasi.
“Semua induk organisasi akan mengambil langkah serupa, bahkan Perbasi Jatim, sepengetahuan saya, akan memberikan rekomendasi secara gratis kepada pengurus kota dan kabupaten yang ingin menyelenggarakan pertandingan basket. Terlebih lagi, Mama Evi akan memberikan bantuan hadiah atau bantuan lainnya,” pungkasnya. [way/but]






