Blitar (beritajatim.com) – Selama tahun 2024 ini sebanyak 42 perempuan yang ada di Kabupaten Blitar diketahui menderita kanker serviks atau kanker leher rahim. Para penderita kanker serviks ini mayoritas berusia di atas 45 tahun hingga 54 tahun. Namun juga ada penderita yang usianya masih 30 tahunan.
Mirisnya, mayoritas penyebab kanker serviks ini adalah karena sang pasien melakukan sex bebas atau bergonta ganti pasangang. Pola hidup sang sering gonta-ganti pasangan saat berhubungan seksual menjadi penyebab paling banyak wanita di Blitar terkena kanker serviks.
“Penyebabnya ada yang faktor keturunan juga, namun saat ini yang paling banyak adalah bergonta-ganti pasangan seksual,” kata Hyndra Satria, Koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Dinkes Kabupaten Blitar, Jumat (22/03/24).
Mayoritas kanker serviks ini diketahui sudah dalam keadaan terlambat. Saat diketahui mayoritas sang penderita sudah mengeluhkan gejala bahkan sudah berada di stadium lanjut yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Data yang dimiliki oleh Dinkes Kabupaten Blitar, rata-rata penderita kanker serviks tersebut harus menjalani perawatan medis berupa kemoterapi di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Hal itu dilakukan karena kanker serviks yang diderita sudah dalam stadium lanjut.
“Kesadaran masyarakat ini masih rendahnya, mereka periksa ketika sudah ada gejala bahkan kebanyakan sudah dalam keadaan stadium lanjut sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang,” bebernya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pun meminta masyarakat untuk aktif memeriksakan diri ke puskesmas maupun rumah sakit. Hal itu lebih baik daripada penanganan kanker serviks terlambat dilakukan.
“Kanker serviks itu paling banyak penyebabnya bergonta-ganti pasangan. Apalagi tidak IVA di puskesmas minimal itu harus dilakukan untuk mendeteksi,” tegasnya.
Dinkes Blitar sendiri sebetulnya memberikan layanan pemeriksaan IVA di setiap puskesmas untuk mendeteksi penyakit kanker serviks. Pemeriksaan IVA dilakukan dengan meneteskan asam asetat (asam cuka) pada permukaan mulut rahim. Teknik ini dinilai terjangkau, mudah, hanya memerlukan alat sederhana, dan hasilnya bisa langsung didapatkan.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi dini potensi kanker serviks pada wanita. Warga Kabupaten Blitar pun diminta agar aktif dan mau memanfaatkan layanan IVA yang diberikan oleh Dinkes Kabupaten Blitar tersebut.[owi/aje]






