Ponorogo (beritajatim.com) – Dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan, menjaga kesehatan menjadi prioritas utama bagi umat Islam. Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo Moh. Nurul Huda memberikan tips makan dan minum saat berbuka puasa. Menurutnya, membatalkan puasa dengan minum air atau makan buah saat berbuka, merupakan langkah yang disarankan olehnya.
“Setelah minum air atau makan buah, baru setelah itu melaksanakan salat magrib dulu,” ungkap Nurul Huda, ditulis (19/03/2024).
Huda menjelaskan bahwa setelah salat magrib, baru boleh makan. Namun, yang perlu diingat, makanan yang dikonsumsi tidak mengganggu aktivitas selanjutnya. Yakni seperti salat isya dan salat tarawih. Hal itu dilakukan, untuk menghindari rasa lemas dan gangguan kesehatan.
Orang nomor satu di Kemenag Ponorogo menyebutkan bahwa makan berbuka puasa itu, disarankan secukupnya saja. Jangan sampai perut merasakan kekenyangan.
“Makan secukupnya saja, sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga udara untuk bernafas,” katanya.
Huda mengatakan bahwa puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk menjaga berat badan, dan kesehatan jantung. Selain itu juga meningkatkan metabolisme tubuh, serta mengaktifkan detoksifikasi. Kemudian juga untuk mengurangi risiko diabetes.
“Puasa sebenarnya menyehatkan, asalkan pola makan saat berbuka tidak berlebihan,” katanya.
Huda mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk memperhatikan pola makan saat berbuka puasa agar kesehatan tetap terjaga. Terutama mengingat adanya aktivitas keagamaan yang banyak pahalanya.
“Marilah kita menjalankan ibadah puasa ini dengan menjaga kesehatan melalui pola makan yang baik,” pungkasnya. [end/aje]






