Ponorogo (beritajatim.com) – Akhir-akhir ini marak di Kabupaten Ponorogo, aksi maling yang menyasar rumah-rumah yang ditinggal penghuninya untuk salat tarawih di masjid. Di Kecamatan Mlarak, dalam seminggu sudah ada 2 kasus rumah kemalingan saat penghuninya salat tarawih. Terbaru, aksi maling di salah satu rumah warga Desa Gontor.
Dari sana maling menggondol uang sebanyak Rp25 juta. Sebelumnya, belum ada seminggu, kasus kemalingan di Desa Joresan, dengan barang yang dicuri cincin dan anting emas serta uang senilai Rp3 juta. “Seminggu ini ada 2 kasus maling saat ditinggal salat tarawih. Yakni di Desa Gontor dan Desa Joresan,” kata Kapolsek Mlarak, AKP Rosyid Effendi, Senin (18/03/2024).
Bahkan menurut informasi yang diterima Rosyid, saat kejadian kemalingan di Desa Gontor itu, juga terjadi aksi kemalingan di Desa Mojorejo Kecamatan Jetis. Masih tetangga desa dengan Desa Gontor, hanya dipisahkan oleh sungai. Para korbannya baru mengetahui rumahnya dimaling, saat pulang dari salat tarawih di masjid. “Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kita sudah mengumpulkan barang bukti, salah satunya CCTV warga sekitar TKP,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, rumah di Desa Gontor Kecamatan Mlarak Ponorogo, diobok-obok oleh maling. Alhasil, uang senilai Rp25 juta yang disimpan di almari kamar raib. Kejadian itu menimpa Muh. Adi Prasojo (43) pada hari Minggu (17/3) malam kemarin. “Kejadiannya tadi malam, mungkin waktu kita sedang salat tarawih di masjid,” kata Muh Adi Prasojo.
Ia baru mengetahui rumahnya diobok-obok maling, ketika pulang dari salat tarawih. Saat akan masuk ke rumahnya, Ia mendapati pintu utama rumahnya sudah dalam keadaan terbuka. Saat mengecek ke dalam rumah, Adi terkejut almari sudah dalam keadaan terbuka, dengan isi baju-baju yang sudah berserakan. “Eksekusinya ya mungkin saat tarawih itu, tahu-tahu waktu pulang pintu sudah terbuka, almari juga sudah terbuka dengan baju yang berserakan di kamar,” katanya.
Adi mengaku uang yang disimpan di dalam almari senilai Rp25 juta raib. Uang itu merupakan hasil menabung yang baru diambil pada saat paginya. Selain itu, juga uang untuk modal jualan sayuran. “Selain hasil tabungan, uang yang diambil maling itu juga modal untuk kulakan sayur. Sehari-hari jualan sayur,” katanya.
Adi menambahkan bahwa sebelum berangkat salat tarawih, sebenarnya Ia dan istrinya sudah mengunci semua pintu rumahnya. Termasuk almari yang menjadi tempat untuk menyimpan uangnya selama ini. Pasca kejadian tadi malam, Adi pun sudah melaporkan kejadian kemalingan itu ke Polsek Mlarak. “Maling masuk lewat pintu utama, gemboknya dicongkel oleh maling tersebut,” pungkasnya. (end/kun)






