Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) berencana kembali menggelar operasi pasar beras murah di sejumlah pasar tradisional, untuk mengantisipasi kenaikan harga beras saat Ramadhan.
Kepala Disperindag Kota Blitar, Hakim Sisworo dikonfirmasi mengatakan rencana operasi pasar beras murah saat Ramadhan, masih dibahas dan dikoordinasikan bersama PT Bulog Subdivre Tulungagung.
“Rencana itu sudah ada namun masih kami koordinasikan dengan Bulog Tulungagung,” kata Kepala Disperindag Kota Blitar, Hakim Sisworo.
Operasi pasar itu dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga beras. Terlebih sesuai evaluasi, saat operasi pasar beras murah beberapa waktu lalu masih ada sejumlah warga yang belum kebagian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Sebab, antusias warga sangat tinggi. Terbukti, dari 24 Ton beras yang disediakan Disperindag Kota Blitar dalam kegiatan operasi pasar beberapa waktu lalu ludes dibeli warga.
“Terkait dengan pelaksanaan kembali operasi beras pasar murah, kami akan koordinasikan terlebih dahulu dengan Bulog. Itu pun kita juga melihat kondisi pasar,” jelasnya
Sebelumnya, Pemkot Blitar telah menggelar operasi pasar selama 3 hari berturut-turut. Kegiatan operasi pasar ini digelar Pemkot Blitar di 3 tempat berbeda yakni Pasar Templek, Pasar Legi dan Pasar Pon.
Operasi pasar ini sengaja digelar sebagai upaya Pemkot Blitar untuk mengintervensi harga beras di pasaran agar segera turun. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk menjamin kebutuhan pangan warga tercukupi selama harga beras mahal.
“Kemarin itu kan antusiasme warga yang sangat tinggi terbukti dengan 24 ton beras yang kami sediakan habis terjual,” tutupnya. [owi/beq]






