Surabaya (beritajatim.com) – Durasi tidur malam yang singkat selama bulan Ramadhan seringkali membuat orang mudah mengantuk setelah makan sahur. Peristiwa ini tak jarang membuat tidur kembali selepas sahur dan menjadi godaan sulit untuk dihindari.
Namun, praktisi medis dan ulama menekankan bahwa tidur setelah makan bukanlah pilihan yang sehat, baik dari sudut pandang kesehatan maupun ajaran agama.
Praktisi medis, dr. Naila Mafazah mengungkapkan bahwa tidur setelah makan dapat membawa sejumlah risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Salah satu risiko utamanya adalah Gastroesofageal Reflux Disease (GERD), di mana asam lambung naik ke esofagus akibat katup yang tidak berfungsi dengan baik antara lambung dan esofagus.
“Kita harus bisa membiasakan diri menahan untuk tidak tidur setelah makan karena dapat menyebabkan beberapa penyakit, salah satunya penyakit GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease,” ujar dr. Naila melansir portal resmi NU online.
GERD dapat menyebabkan gejala seperti sensasi panas di dada, nyeri perut, perut kembung, bahkan sleep apnea di mana napas dapat terhenti selama beberapa detik. Menurut dr. Naila, untuk menghindari keluhan-keluhan ini, disarankan untuk menunggu minimal 3 jam setelah makan sebelum tidur.
Sementara itu, alumni Ushuluddin Universitas Al-Azhar Mesir, M Tholhah Al-Fayyadl, menjelaskan bahwa menurut fiqih mazhab Syafi’i, tidur setelah makan termasuk dalam kategori makruh karena ada larangan dari Rasulullah.
“Rasulullah bersabda, dinginkanlah makan kalian dengan zikir kepada Allah dan menjalankan sholat, dan janganlah kalian tidur setelah makan karena hal itu menjadikan hati kalian keras (HR Imam At-Thabrani),” tutur Tholhah Al-Fayyadl.
Selain itu, Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menekankan pentingnya aktivitas setelah makan, seperti membaca tasbih, menjalankan shalat, atau membaca Al-Qur’an.
Tholhah juga menambahkan bahwa Imam Sufyan Ats-Tsauri setelah makan biasanya melanjutkan dengan shalat malam, memberikan contoh dari Salafuna Saleh yang perlu diteladani.
“Imam Sufyan Ats-Tsauri diceritakan bahwa beliau setelah makan melanjutkan dengan shalat malam. Ini adalah contoh dari Salafuna Saleh yang hendaknya kita teladani,” tambah Tholhah.
Dengan demikian, baik dari perspektif kesehatan maupun agama, disarankan untuk tidak tidur setelah makan, terutama selama bulan Ramadhan. Melakukan aktivitas yang bermanfaat setelah makan, baik secara medis maupun spiritual, dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan spiritualitas selama bulan yang penuh berkah ini. [beq]






