Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya gagal menaklulan Borneo FC di Stadion Batakan, Kamis (7/3/2024). Yang memalukan lagi-lagi tim asal Surabaya ini melakukan kesalahan fatal yakni kembali melakukan gol bunuh diri yang dilakukan oleh Kasim Botan.
Dibabak awal permainan cukup kerang serangan demi serangan dilakukan kedua tim, bahkan Persebaya Surabaya berusaha melakukan serangan balik namun sayang dibabak awal Yan Victor dkk. tak mampu meruntuhkan pertahanan Borneo FC.
Perubahan skema permainan dilakukan oleh Paul Munster, Persebaya terlihat agresif dalam menyerang, hal ini terbukti di menit ke 85 Toni Firmansyah pemain muda asli Surabaya ini mengubah keadaan dengan mencetak gol. Persebaya Surabaya unggul di menit akhir babak kedua.
Namun sayang konsentrasi pemain terpecah dengan serangan yang dilakukan oleh Key Hirose dkk. di menit tambahan 90+2 Kasim Botan melakukan manuver hingga terjadi gol bunuh diri. Serangan bertubi dilakukan Borneo disisa laga gol ditambah di menit ke 90+8 lewat tendangan Nul Zikrak yang membuat Persebaya harus tumbang ditangan tim besutan Pieter Egge.
Paul Munster Pelatih Persebaya mengatakan dengan nada kecewa akan kepemimpinan wasit dalam pertandingan, Persebaya bermain 11 pemain sedangkan Borneo FC bermain 15 pemain dalam artian ada beberapa pihak yang intervensi saat pertandingan ini.
Sebelum menelan kekalahan, tim asal Surabaya ini unggul dengan gol pertama dari Toni Firmansyah namun apa yang terjadi tim dikerjai hingga ada tambahan waktu pertandingan.
“Kami bermain dengan mempertimbangkan keadaan, saya tahu sepak bola Indonesia, saya tahu bagaimana cara kerjanya. Perpanjangan waktu 5-10 menit terakhir. Sekali lagi, saya tahu cara kerja wasit sangat membuat frustrasi malam ini. Tidak ada yang berubah sejak terakhir kali saya melatih di Indonesia, ternyata sampai saat ini para wasit masih sangat memalukan kepemimpinannya,” ungkap Munster. (way/ian)







2 Komentar
Toner
Beaconcream & Niaah