Jember (beritajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak akan memperlambat mesin politik usai pemilihan umum selesai. Mereka akan bergerak menyambut pemilihan gubernur dan bupati serentak yang akan digelar pada November 2024.
“Saya siap dan optimistis. Tinggal bagaimana kami meramu (strategi). Memang perintah Gus Halim (Abdul Halim Iskandar) selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jawa Timur dalam koordinasi terakhir menjelang pemilu, kami tidak akan turunkan ritme mesin politik,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember Ayub Junaidi, Rabu (6/3/2024).
“Ibarat mesin, kalau RPM (Revolution Per Minute) sudah segini, ya sudah terus. Begitu turun karena euforia, momentum naiknya lagi kan repot. Maka itu saya sepakat dengan tagline DPP PKB, untuk Pilkada 2024 suara perubahan digaungkan terus,” kata Ayub.
Ayub menegaskan, pemilu dan pemilihan presiden bukan akhir. “Membangun Indonesia berbasis dari daerah. Kalau daerah bagus, maka nasional juga akan bagus,” katanya.
Hasil pemilu legislatif kali ini menunjukkan PKB mengantongi delapan kursi DPRD Jember, kendati jumlah suara pemilih bertambah dibanding pemilu lima tahun lalu.
Kendati tak ada tambahan kursi DPRD Jember, Ayub tetap puas dengan performa mesin PKB. “Semua bergerak baik. Memang situasinya beda. (Persaingan) pemilu hari ini kayak begitu brutalnya. Saya berterima kasih kepada kader-kader PKB, khususnya para caleg yang telah berjuang,” katanya.
Bertambahnya jumlah pemilih ini dipandang tak lepas dari munculnya kantong-kantong suara baru. “Contoh di Kecamatan Puger. Dulu kami bukan pemenang, sekarang pemenang,” kata Ayub.
Penataan struktur organisasi dari level kabupaten hingga dusun membuat mesin bergerak. “Ketiga, saksi PKB berperan sekaligus sebagai kader penggerak di tempat pemungutan suara. Jadi dulu kami di sebuah kecamatan berada di posisi ketiga perolehan suara, kini naik di posisi kedua. Insyaallah di 31 kecamatan perolehan suara kami naik,” kata Ayub.
Efek ekor jas pencalonan Muhaimin Iskandar menjadi wakil presiden juga terasa. “Di daerah-daerah yang dulu jadi basis partai lain, PKB menang dan bahkan berpotensi menjadi ketua DPR, seperti di Sumatera dan Indonesia timur,” kata Ayub. [wir]






