Blitar (beritajatim.com) – Jembatan Dawuhan di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar mangkrak. Sudah sepekan terakhir proyek jembatan senilai Rp7,4 miliar tersebut tidak lagi dikerjakan kontraktor.
Bahkan menurut warga di sekitar lokasi, sejumlah alat berat yang sebelumnya digunakan untuk mengerjakan proyek jembatan kini telah ditarik kembali. Di lokasi proyek kini hanya ada molen cor beton berukuran kecil serta beberapa besi yang ditinggal di lokasi.
“Ini sudah semingguan tidak dikerjakan, terakhir kemarin ekskavatornya sudah diangkut dari sini,” kata S, warga yang rumahnya berada di depan jembatan Dawuhan, Selasa (05/03/24).
Jembatan Dawuhan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar ini sudah molor selama 2 bulan lebih. Namun, hingga awal bulan Maret 2024 ini jembatan senilai Rp. 7,4 Miliar rupiah tersebut belum rampung dibangun.
Kondisinya saat ini, bangunan utama masih belum rampung dibangun. Sisi samping jembatan juga belum dikerjakan. Beberapa besi juga masih berserakan di lokasi jembatan Dawuhan.
Bahkan kerukan tanah saat proses pembangunan juga belum dikembalikan seperti awal mula. Hal itu pun menjadi ancaman serius bagi rumah warga yang berada di sekitar jembatan.
“Ini proyeknya seperti abal-abal tidak serius, sebenarnya warga mendukung penuh namun sampai sekarang justru tidak selesai,” tegasnya.
Jembatan Dawuhan ini sebenarnya adalah jalur penting bagi warga Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Setiap hari jembatan ini digunakan oleh anak-anak untuk menuju sekolah di pusat Kecamatan Kademangan.
“Ini akses utama warga kami hanya minta jembatan yang dulu dikembalikan saja jika jembatan ini tidak selesai dibangun, saya dengar-dengar juga ada rencana demo,” imbuhnya.
Jembatan Dawuhan ini merupakan penghubung Dusun Midodaren, Kaliandong, Klangkapan dengan Desa Dawuhan dan merupakan akses menuju wilayah Dawuhan bagian atas, yang terdapat lebih dari 1.000 kepala keluarga (KK). Jembatan ini roboh pada bulan Februari tahun 2021 lalu.
Hujan deras dan banjir yang melanda membuat jembatan sepanjang 17 meter dan lebar 5 meter tersebut ambrol. Berselang 2 tahun jembatan tersebut kemudian dibangun ulang dengan desain yang lebih besar.
Rencananya jembatan Dawuhan itu dibangun menjadi 7 meter dengan panjang 33 meter. Namun hal itu tidak berjalan mulus, hingga target berakhir dan perpanjangan selama 2 bulan proyek jembatan yang menggunakan dana BNPB tersebut belum selesai.
“Kalau seperti ini kami benar-benar kecewa, kami sebagai warga hanya meminta jembatan ini bisa rampung,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bertyanto belum berkomentar soal hal ini. Beritajatim.com sudah berupaya menghubungi Ivong namun hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan dari yang bersangkutan. [owi/beq]







3 Komentar
Bukanya mangkrak , tp memang sampai disitu kontraknya , nunggu lelang selanjutnya.
Alternatif selain lewat jembatan itu harus berputar lebih dari 10 km yang tembus ke desa suruhwadang, namun akses jalannya juga rusak parah
Takon bupati ae duite di tilep sananu