Malang (beritajatim.com) – Keberadaan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) milik Bulog di Kota Malang sempat dilaporkan langka disejumlah pasar tradisional. Beras cadangan pemerintah itu banyak dicari saat harga beras mengalami kenaikan.
Kepala Bulog Cabang Malang, Siane Dwi Agustina mengatakan bahwa terjadi peningkatan permintaan beras SPHP di Kota Malang. Mereka bahkan sampai kewalahan menyuplai beras SPHP terutama untuk kemasan 5 kilogram.
Siane menuturkan, Bulog telah mendistribusikan beras SPHP sebanyak 1.186 ton sepanjang Februari 2024 ini. Angka ini termasuk besar jika dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun harga dibandrol Rp 10.900 per kilogram, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Memang ada peningkatan. Januari dibandingkan tahun lalu memang sudah meningkat. Untuk Februari ini juga,” ujar Siane, Kamis, (29/2/2024).
Siane mengungkap bahwa Bulog telah menyuplai beras SPHP di 18 pasar dan 61 toko ritel yang ada di Kota Malang. Dengan ketentuan setiap toko maksimal mendapat suplai 2 ton setiap sepekan.
“Penyalurannya setiap minggu, wajib masing masing toko harus disuplai. Itu berdasarkan permintaan pedagang juga. Per minggu, maksimal 2 ton, itupun tergantung kemampuan pedagang, bisa dibawah itu,” ujar Siane.
Sebagai ganti SPHP kemasan 5 kilogram kini Bulog menyediakan beras kemasan 50 kilogram. Hal ini, mengacu arahan dari Kepala Badan Pangan Nasional RI. Tingginya permintaan membuat mereka kewalahan mendistribusikan beras SPHP kemasan 5 kilogram.
“Jadi semakin banyaknya permintaan, kecepatan kami dalam hal me-retake dari 50 kilogram ke 5 kilogram butuh waktu. Untuk kemasan 5 kilogram, minggu depan sudah bisa kami salurkan ke pasar tradisional lagi,” ujar Siane. (luc/kun)






