Kediri (beritajatim.com) – Polres Kediri memastikan Deasy Rahmasari (20), gadis di Kediri yang tewas di kamar mandi rumah pacarnya adalah korban pembunuhan. Kesimpulan ini diambil setelah penyidik menerima hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri, yang menyebut korban mengalami kekurangan oksigen akibat penganiayaan.
“Hasilnya menunjukkan indikasi adanya asfiksia yakni kondisi kekurangan oksigen yang diduga menjadi penyebab kematian korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama, pada Senin (26/2/2024).
Fauzy mengatakan kekurangan oksigen tersebut terjadi karena luka pada bagian leher yang ternyata dialami saat korban masih hidup. Hal ini kemudian menjadi dasar pihak kepolisian menyatakan korban diduga meninggal akibat mengalami penganiayaan atau pembunuhan.
“Di leher korban ada bekas luka benda tumpul yang mengakibatkan korban meninggal karena lemas. Kemungkinan karena kekurangan oksigen itu tadi, seperti hasil autopsi,” papar Fauzy.
Selain hasil autopsi ini, pihak kepolisian kemudian mengumpulkan bukti dan saksi di lokasi kejadian untuk dimintai keterangan. Saksi yang sudah diperiksa salah satunya Iwan Susanto (49), paman dari pacar korban bernama Andi Hewamawan, sebagai orang yang pertama kali menemukan jasad korban.
Sebelumnya, gadis asal Pare, Kabupaten Kediri, Deasy Rahmasari (19) ditemukan tewas di kamar mandi rumah pacarnya, Andi Hermawan. Saat ditemukan, jasad korban penuh luka.
Jasad Deasy ditemukan pertama kali oleh Iwan Susanto, paman Andi Hermawan sewaktu pulang dari berdagang nasi goreng, pada Sabtu (24/2/2024) pukul 22.00 WIB. Saat hendak ke kamar mandi, suami dari Wiwik itu terkejut melihat sosok gadis tergeletak di depan kamar mandi.
Iwan merupakan saudara dari Handi Santoso, ayah dari Andi Hermawan. Keduanya tinggal bersebelahan rumah dengan kamar mandi bersama di Jalan Letjen Sutoyo RT 40 RW 11, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. [nm/beq]






