Surabaya (beritajatim.com)– Industri parfum lokal di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, berbagai brand parfum lokal bermunculan dengan membawa inovasi yang beragam.
Hijrial Aswidin Noor, Indie Perfumer, mengatakan bahwa potensi industri parfum lokal ini diperkirakan akan terus berkembang setiap tahunnya, memberikan peluang besar bagi para pengusaha, terutama para pengusaha muda di industri wewangian.
“Pangsa pasar parfum di Indonesia sangat potensial dan bisa menjadi peluang besar bagi para pelaku UMKM, terlebih pangsa parfum di pasar domestik diprediksi akan terus berkembang dan cukup besar,” ujarnya.
Pertumbuhan bisnis parfum lokal juga dipengaruhi oleh sektor e-commerce di Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan signifikan setiap tahunnya. Bisnis parfum lokal diketahui mendominasi penjualan secara digital di e-commerce, baik parfum untuk pria maupun wanita.
Salah satu brand lokal yang sedang menjadi sorotan adalah Ateape, yang dikembangkan secara independen dengan konsep yang unik dan kreatif. Ateape menghadirkan ide segar dengan menggabungkan tiga bentuk seni dalam satu produk, yaitu cerita pendek, aroma parfum, dan ilustrasi.
“Konsumen tidak hanya akan merasakan aroma yang menggoda indera penciuman, tetapi juga akan dibawa ke dalam dunia cerita yang mendalam melalui ilustrasi yang disertakan dalam kemasan produk. Konsep ini memberi ruang untuk eksplorasi. Kolaborasi yang menghasilkan cerpen kemudian ditranslate ke sebuah aroma . Bermain di luar ranah subyektifitas,” papar Hijrial Noor.
Hijrial adalah mentor dan pelaku industri wewangian, telah menempuh berbagai pelatihan di berbagai negara untuk mengasah kemampuannya dalam pembuatan parfum. Visi dan misinya adalah untuk memajukan industri wewangian khususnya dalam bidang artisan perfumery.
“Pertumbuhan industri kosmetik dan parfum lokal di Indonesia mencapai lebih dari 3,8% dari PDB pada kuartal III tahun 2023. Industri parfum lokal Indonesia memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang, dan dengan kehadiran brand seperti Ateape, kami berharap dapat memberikan pengalaman yang holistik bagi para pengguna parfum,” paparnya.
Kolaborasi antara Ateape dan Hijrial Noor dalam merilis seri terbaru “Lentera” diharapkan dapat memberikan pengalaman holistik bagi para pengguna parfum.
Dukungan dari penggagas Kelas Bertumbuh, Ali Mahbub, dalam memperkenalkan industri parfum artisan melalui kelas-kelas edukasi, diharapkan dapat mencetak lulusan yang paham dan berpotensi dalam industri parfum lokal.
“Tujuannya adalah agar masyarakat semakin memahami potensi besar parfum dalam skala hobi maupun bisnis. Kelas Bertumbuh memberikan akses edukasi yang berkualitas terhadap masyarakat yang tinggal di daerah agar dapat bersaing dan memiliki akses ilmu dan pengetahuan seperti yang tinggal di kota-kota besar,” pungkas Ali Mahbub. [rea/but]






