Surabaya (beritajatim.com) – Post Election Stress Disorder (PESD) merupakan fenomena psikologis yang muncul setelah pemilihan umum (Pemilu), di mana individu mengalami tingkat stres yang signifikan.
Dalam konteks ini, stres dipicu oleh berbagai faktor, seperti kekhawatiran akan hasil pemilu, ketidakpastian akan perubahan politik, dan terlalu banyak terpapar berita politik. Hal ini khususnya berdampak pada individu yang memiliki minat yang tinggi terhadap urusan politik.
Penyebab PESD
– Hasil Pemilu
Kecemasan dan ketidakpastian terkait hasil pemilihan dapat mempengaruhi emosi seseorang, terlepas dari apakah kandidat yang didukungnya menang atau kalah.
– Paparan Berita Berlebihan
Menyerap terlalu banyak berita politik pasca-pemilu dapat memperburuk tingkat stres, karena informasi yang berlebihan dapat membebani pikiran.
– Ketidakpastian Masa Depan
Pasca-pemilu, terdapat ketidakpastian tentang arah kebijakan baru, perubahan sosial, dan kondisi ekonomi, yang dapat menimbulkan kecemasan.
– Ketegangan Sosial
Pemilu sering kali memicu konflik dan ketegangan antara pendukung kandidat atau partai politik yang berbeda, yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental.
– Keterlibatan Emosional
Individu yang secara emosional terlibat dalam proses politik, baik sebagai pemilih aktif maupun pendukung, cenderung lebih rentan terhadap stres pasca-pemilu.
Cara Mencegah PESD
1. Pemahaman Emosi
Penting untuk mengakui dan memahami berbagai emosi yang muncul, seperti kecemasan, kekecewaan, atau kemarahan, dan berbicara dengan orang terdekat tentang perasaan tersebut.
2. Batasi Paparan Berita
Mengurangi paparan terhadap berita politik yang berlebihan dapat membantu mengurangi tingkat stres. Pilihlah sumber berita yang kredibel dan tetapkan batasan waktu untuk mengonsumsi informasi.
3. Jaga Kesehatan Fisik
Merawat tubuh dengan olahraga, tidur cukup, dan pola makan sehat dapat membantu mengurangi stres secara keseluruhan.
4. Temukan Cara Relaksasi
Berbagai teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam, dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh yang tegang.
5. Terlibat dalam Aksi Positif
Fokuskan perhatian pada tindakan positif, seperti bergabung dengan kelompok masyarakat yang memiliki tujuan yang sama, untuk mengalihkan pikiran dari stres politik.
6. Konseling Profesional
Jika tingkat stres terus berlanjut atau mengganggu kehidupan sehari-hari, penting untuk mencari bantuan dari seorang konselor atau psikolog yang berkualifikasi.
Dalam menghadapi PESD, penting untuk diingat bahwa pengalaman ini adalah respons yang wajar terhadap peristiwa politik. Dengan menjaga kesehatan mental dan mencari dukungan jika diperlukan, individu dapat mengatasi stres pasca-pemilu dengan lebih efektif. (fyi/ian)






