Surabaya (beritajatim.com) – Setiap pesta demokrasi, selalu ada kejutan. Tak terkecuali di tahun politik 2024, yang mana sebuah nama dari calon DPD RI Jatim, muncul menyeruak masuk dalam empat besar realcount sementara KPU. Sekalipun calon ini terlihat sangat misterius dan belum pernah menunjukkan rekam jejak secara terbuka kepada publik.
Fenomena ini langka, terlebih ketika foto asli si calon terpublish di media dan auto membuat publik tercengang, karena perbedaan yang sangat mencolok antara foto asli dengan foto di surat suara.
Di luar gaduhnya netizen yang kian julid akibat ‘rekayasa foto’, pesta demokrasi 2024 menunjukkan pesan moral penting, yaitu framing kecantikan yang dianggap jauh lebih sakti dari gerakan nyata aktivis perempuan.
Fenomena munculnya calon politisi tanpa rekam jejak, disoroti aktivis perempuan. Yuliati Umrah, Direktur Eksekutif Alit Indonesia menilai hal itu sebagai upaya melemahkan gerakan aktivis perempuan.
“Sebagai aktivis perempuan, saya mensupport caleg perempuan untuk menempati posisi strategis di negeri ini. Sayangnya, saya melihat ada upaya pelemahan dengan tampilnya sosok serupa untuk memotong rekam jejak,” tutur Yuliati.
Salah satu tokoh 80 pemimpin terbaik dunia versi pemerintah AS tersebut, menilai fenomena ini ada unsur kesengajaan.
“Buat saya, ini ada unsur kesengajaan. Kan yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun dengan konstituennya begitu. Kalau kemudian orang-orang dengan tidak memiliki rekam jejak apapun dan tinggal nyatut gitu kan itu melemahkan aksi-aksi yang sudah dipupuk dan dilakukan secara sukarela oleh oleh tokoh-tokoh yang harus kita support,” lanjutnya.
Apalagi, ia menambahkan, bahwa kini viral pencatutan foto sesama calon DPD sebagai bahan kampanye.
“Kita lihat sekarang, yang viral, kasus pencatutan foto Ning Lia sebagai bahan kampanye salah satu calon DPD lain. Ini jelas tidak etis dan sebagai salah satu upaya melemahkan tokoh aktivis perempuan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Ning Lia sendiri, bernama lengkap Dr. Lia Istifhama merupakan keponakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dikenal sebagai aktivis dengan latar belakang Nahdliyyin atau NU, Ning Lia termasuk politisi yang acapkali mengaungkan peran cantik dan menolak beauty privilege.
“Kita memiliki peran. Baik politik maupun jabatan publik lainnya adalah momentum kaum perempuan untuk memperluas kebaikan dan kemaslahatan. Maka penting untuk membangun peran cantik, yaitu cerdas, inovatif, dan kreatif,” katanya.
Seringkali mengisi berbagai forum sebagai narasumber, Ning Lia kini semakin panen positive vibes di jagat dunia maya.
Di antaranya postingan real count KPU DPD Jatim 2024 yang diunggah pada Sabtu (17/2/2024) pukul 10.0 WIB, yang dikomentari beberapa akun di antaranya:
@Koi: “Beliau adlh putri kak tertua bu Khofifah. Tp sy pilih bkn krn itu saja, krn Dr. Lia adlh salah satu dari 22 tokoh muda Nahdliyin Inspiratif Jatim.”
@NA, berkomentar “mashaAllah maturnuwun ats informasinya….sy jd sedikit tau….sy memilih beliau krena feeling sj ke beliau….”
Komentar positive vibes lain dari @momiwa: “saya pilih mb lia karena kemarin pas diskusi tolak tambang di trenggalek beliau datang dan ikut menyuarakan aspirasi.”
Sedangkan di akun TikTok pribadi @LiaIstifhama, komentar positif pun bermunculan, di antaranya oleh akun
@abdi_alit: “kupilih krn cantik (emoji tersenyum).
@sahabat SR: “gp ansor ngunut tulungagung jatim mencoblos njenengan sesuai instruksi.”.
@4LIF: “Aku, emakku, n semua keluargaku tidak mengenalmu bu…tp kami dgn yakin Bismillah mencoblos ibu, kata makku (iki ae ayu).
Di laman Instagram pribadinya @lia_istifhama, ada beberapa komentar seperti
@roekisback pun positif: “Lia perempuan Baik Hati.”
@pawon.bendo: “Ora kliru ik ku moleh (emoji tersenyum)… asli ayu tenan wonge, mugo Amanah” (emoji tangan hormat).
Ning Lia sendiri mengaku bersyukur atas komentar positif. Ia secara tegas akan tetap menyuarakan pentingnya peran cantik, bukan unsur cantik secara fisik.
“Setiap perempuan cantik dan tidak ada habisnya jika bicara soal cantik. Namun, yang utama peran cantik, yaitu cerdas inovatif dan kreatif. Disini sangat penting karena fungsi senator, di antaranya penguatan potensi lokal atau kedaerahan. Maka jika kelak saya ditakdirkan Allah SWT, maka Insya Allah saya ingin peran cantik ini sebagai fungsi katalisator atau penguat Pemprov Jatim. Harus meneladani Gubernur Jatim 2019-2024 Bu Khofifah,” pungkasnya. [tok/aje]






