Malang (beritajatim.com) – Dalam rangka mempersiapkan calon lulusan yang punya karir ideal dalan kerja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) menyelenggarakan pendidikan etika pengembangan diri. Acara ini diadakan dengan menggandeng beberapa mitra seperti First Brand, Lembaga Psikologi Pesona Sanubari, Indonesia Leadership LED Consultant, dan lainnya.
Pendidikan etika pengembangan diri sendiri merupakan program unggulan fakultas guna menyiapkan calon lulusan menghadapi jenjang kerja. Dekan FEB Unisma Nur Diana SE, MSi, CBV CERA., menjelaskan, kegiatan pengembangan diri bertujuan untuk mengembangkan soft skill dan personality lulusan menghadapi dunia kerja di era 5.0.
Salah satu rangkaiannya adalah materi personality development dalam meraih karir. Materi personality menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pendidikan etika pengembangan diri selama 1 bulan. Kami mendatangkan pakar dari First Brand,” ungkap Dekan, Selasa (20/2/2024).
Materi tersebut sudah diberikan pada mahasiswa pada Sabtu, 17 Februari 2024 lalu di hall K.H Oesman Mansoer dan ruang seminar B7. Kegiatannya diikuti 750 mahasiswa FEB Unisma dari program studi S1 manajemen dan S1 akuntansi dan S1 perbankan Syariah.
Menurut Diana, tuntutan lingkungan bisnis dan kebutuhan tenaga kerja terus berubah. Oleh karena itu, calon lulusan harus mampu melakukan adaptasi untuk memenuhi tuntutan dunia kerja. Materi personality development sangat penting diberikan kepada mahasiswa untuk menjadi sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.
“Personal development, yang juga dikenal sebagai pengembangan pribadi, merujuk pada upaya individu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi, sikap, dan potensi pribadi mereka. Ini sebagai proses berkelanjutan untuk mengembangkan kapasitas individu dalam berbagai aspek kehidupan, baik profesional maupun pribadi,” ungkap Diana.

Dekan FEB Unisma menegaskan, personal development dapat berguna untuk mencapai potensi maksimal seseorang. Selain itu, bermanfaat juga untuk memaksimalkan kualitas hidup dan mencapai tujuan pribadi serta profesional.
“Personal development merupakan Investasi dalam diri sendiri yang dapat membawa dampak positif yang signifikan dalam kehidupan seseorang. Ini membantu menciptakan individu yang lebih sadar, kompeten, dan siap menghadapi berbagai situasi dengan keyakinan diri yang lebih besar,” tuturnya menutup.
Sementara itu, pembicara dari First Brand menjelaskan soal personal development Dalam meraih karir ideal. Menurut Arif yang juga praktisi bisnis bidang tourism, personal development bermanfaat diantaranya untuk personal development.
“Cara terbaik yang dapat kita gunakan untuk mengenali potensi diri sendiri, memperbaiki kualitas diri serta juga memaksimalkan potensi diri untuk lebih berprestasi. Dalam proses ini, sebenarnya kita sudah melakukan bentuk investasi terhadap masa depan dan juga perjalanan karir kedepannya,” katanya.
Ditekankan Arif bahwa mahasiswa perlu untuk menjaga motivasi yang ada di dalam diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
“Terus tingkatkan keberanian serta rasa percaya diri dalam menghadapi masalah dengan creative problem solving,” katanya menutup. [dan/beq]






