Magetan (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Magetan mencatat sudah ada 90 orang yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2024 ini. Terhitung sepanjang Januari 2024 ada 47 kasus. Sementara, sampai 20 Februari 2024 ini sudah 43 orang yang terjangkit DBD.
“Untuk Januari ada 47 kasus, dan Februari 43 kasus. Data itu masih rakapan sampai pekan kedua Februari. Yang terbanyak yakni yang terdeteksi di Kecamatan Bendo, Kecamatan Magetan, Disusul Takeran dan Maospati,” kata Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Magetan Agoes Yudi Purnomo, Selasa (20/02/2024)
Menurutnya, saat ini kondisi pasien sudah pulih. Dari 90 orang tidak ada yang gejalanya mengarah ke parah. “Sejauh Ini aman terkendali. Semoga ke depan, tidak ada yang gejalanya terlalu parah,” kata Agoes.
Pun, pihaknya sudah melakukan fogging kurang lebih sudah 30 kali. Bahkan, beberapa hari terakhir sudah nyaris tiap hari melakukan fogging di beberapa lokasi dengan sebaran DBD. ‘’Sudah 30 kali kami melakukan fogging, tiap hari fogging tim kami itu,’’ katanya.
Pun, Agoes meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Masyarakat bisa menengok di sekeliling rumah, utamanya tempat-tempat yang rawan ada jentik nyamuk. Jika sudah terdeteksi tinggal diberantas jentiknya.
“Gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik harus dijadikan kebiasaan masyarakat kita bertanggung jawab terhadap lingkungan rumah masing-masing. Jangan mengandalkan fogging karena selain tidak sehat juga tidak efektif,” pungkas Agoes. [fiq/kun]






