Bojonegoro (beritajatim.com) – Pasangan calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul dalam perhitungan cepat Pemilu 2024 di Kabupaten Bojonegoro.
Sesuai data di website KPU yang dibuka jurnalis beritajatim.com pukul 13.55 WIB, Kamis (15/2/2024), pasangan Prabowo Gibran mendapat suara sebesar 74.33 persen dengan jumlah suara sebanyak 160.777 suara.
Jumlah perolehan suara itu dari progres perhitungan suara sebanyak 3.046 dari total 4.278 daftar pemilih tetap. Jumlah itu input terakhir pada pukul 12.00 WIB.
Dari 28 kecamatan yang ada di Kota Ledre ini, suara Prabowo Gibran berhasil menyapu bersih. Kecamatan dengan suara tertinggi berada di Kecamatan Kedungadem sebesar 12.898 suara. Progres perhitungan di Kedungadem sudah 83.04 persen.
Disusul Kecamatan Kepohbaru dengan progres 67.69 persen, suara Paslon nomor urut 02 itu sebanyak 11.464 suara. Sementara di Kecamatan Tambakrejo, Prabowo Gibran mendapat suara 8.603 suara dari progres perhitungan 74.59 persen.
“Hitung cepat di website KPU itu merupakan sarana. Namun untuk kepastian kita tetap menunggu hasil penghitungan manual,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro Fatkhur Rohman, Kamis (15/2/2024).
Sementara Ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Prabowo Gibran Kabupaten Bojonegoro Mitroatin mengatakan, hasil penghitungan yang dilakukan saksi dari Partai Golkar dan juga mengawal suara Prabowo Gibran itu tidak jauh beda dengan perolehan quick count yang dilakukan KPU.
“Kami juga melakukan penghitungan sendiri melalui saksi-saksi Partai Golkar yang juga mengawal suara pak Prabowo Gibran. Hasilnya tidak jauh beda,” ujarnya.
Kedua, lanjut Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro itu, juga mengaku dari hasil sosialisasi maupun kampanye bersama dengan seluruh elemen koalisi Indonesia Maju ini akan dikawal terus. “Kami akan mengawal terus,” tegasnya.
Sementara perolehan suara di Pemilu 2024, pasangan Prabowo Gibran di Kabupaten Bojonegoro hampir menang disetiap TPS. Rerata, lanjut Mitroatin, suara per TPS di desa mencapai 70 sampai 75 persen. “Di desa hampir semua menang mutlak,” pungkasnya. [lus/beq]






