Jakarta (beritajatim.com) – Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menyampaikan di pidato di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (14/2/2024) malam. Di hadapan ribuan pendukung dan relawan, Prabowo menyebut Pemilu 2024 yang digelar di Indonesia menjadi pesta demokrasi terbesar di dunia.
Prabowo mengatakan seluruh rakyat Indonesia sudah melaksanakan tugas konstitusi. Pemilu dapat dilaksanakan dengan baik. “Kita bersyukur pemilihan ini diakui sebagai pemilihan umum terbesar di dunia kita laksanakan dengan aman, tertib, dan sejuk dengan tidak ada ketegangan dan kekisruhan di seluruh wilayah nusantara yang kita cintai ini,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh partai koalisi pendukung dan semua pihak yang membantunya dalam memenangkan Pemilu 2024 berdasarkan penghitungan cepat atau quick count sejauh ini. Namun dia mengingatkan, agar pendukung tidak tinggi hati setelah melihat hasil quick count.
“Kita tidak boleh jemawa, kita tidak boleh euforia, kita tetap harus rendah hati. Kemenangan ini harus menjadi kemenangan untuk seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.
Sementara, dalam pidatonya, Calon wakil presiden nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka mengatakan tiga bulan lalu dirinya bukan siapa-siapa
“Tiga bulan lalu saya bukan siapa-siapa, Bapak-Ibu sekalian, saya masih dikatain plonga-plongo dikatain Samsul, dikatain takut debat,” ujar Gibran.
Gibran mengaku dirinya terkejut dengan hasil pilpres dari sejumlah lembaga survei. Sejumlah lembaga survei menyatakan dia unggul hingga lebih dari 50 persen versi hitung cepat.
“Tapi yang jelas ini berkat dukungan doa Bapak-Ibu semua, saya dan Pak Prabowo sudah ada di sini,” katanya.
Gibran juga menyampaikan terima kasih ke Prabowo karena telah memberi kesempatan bagi kalangan muda.
“Ini luar biasa sekali Pak Prabowo sebagai teladan senior yang selalu memberi guidance untuk kami anak-anak muda,” ungkap Gibran. [hen/ian]






