Gresik (beritajatim.com) – Warga Pulau Bawean, Desa Bululanjang, Kecamatan Sangkapura, Gresik, punya tradisi unik yang sampai sekarang tetap dipertahankan. Tradisi yang dimaksud yakni ‘Rasol’ memandikan sapi di laut.
Dalam tradisi itu, ratusan warga setempat memadati pantai. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bersuka ria memandikan sapi.
Sambil makan bersama dipinggir pantai. Warga yang datang menikmati nasi bungkus yang dibawa dari rumah masing-masing.
Selain makan bersama, warga juga membawa sapi ke laut untuk dimandikan. Setiap sapi sebelum mandi diberi kalung aneka makanan, dan minuman. Semua hidangan itu, nantinya dimakan bersama-sama di tepi pantai.
Tradisi Rasol merupakan salah satu tradisi yang sangat unik yang ada di Pulau Bawean. Para petani dan masyarakat berduyun-duyun membawa hewan ternak sapi untuk dimandikan. Sebelum berangkat ke laut, masyarakat juga menggelar doa bersama untuk keselamatan selama menjalankan aktivitas.
Budaya ini sudah ada secara turun-temurun. Dilaksanakan saat para petani di Desa Bululanjang sudah selesai melakukan masa tanam, atau membajak sawah.
Kepala Desa Bululanjang Umar menuturkan, tradisi Rasol di desanya merupakan tradisi turum-temurun yang masih dipertahankan hingga sekarang.
“Tradisi ini diawali dengan membaca doa dan sholawat nabi di dusun masing-masing,” tuturnya, Senin (12/02/2024).
Umar menjelaskan, tradisi tersebut merupakan acara yang bernuansa keagamaan sekaligus hiburan bagi warga desa. Pasalnya, anak-anak yang selama musim membajak sawah ditinggal. Untuk melepas rindu warga menggelar hiburan bersama.
“Saat musim bajak sawah sudah selesai, warga berbondong-bondong ke pantai sambil membawa sapi ternak untuk dimandikan bersama,” paparnya.
Pagelaran tradisi rasol, pemerintah desa (Pemdes) setempat juga menyediakan fasilitas suntik vitamin gratis untuk ternak sapi yang dilakukan oleh dokter hewan.
“Ada sekitar 43 sapi betina maupun jantan dimandikan yang sebelumnya dilakukan suntik vitamin. Tradisi ini juga untuk menghilangkan penat, dan lelah petani usai membajak sawah,” terang Umar.
Umar berharap, dengan mempertahankan tradisi leluhur ini hasil panen nanti selamat dan melimpah.
“Dalam tradisi rasol ada doa-doa yang berharap agar hasil panen nanti meningkat, dan melimpah,” pungkas Umar. [dny/ian]






