Jakarta (beritajatim.com) – Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menunjukkan komitmennya dalam menangani kerusakan lingkungan dengan mengunjungi kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) pada Kamis malam.
Kunjungan ini merupakan respons Ganjar terhadap undangan Walhi untuk berdiskusi mengenai berbagai isu lingkungan hidup yang mendesak.
Diskusi yang berlangsung tertutup tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi dari Walhi kepada Ganjar. Pertama, Walhi mendorong Ganjar untuk melakukan review dan moratorium izin pertambangan dan perkebunan, khususnya perkebunan sawit. Alasannya, kedua sektor ini dianggap sebagai penyebab utama bencana dan kerusakan lingkungan di Indonesia.
Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Zenzi Suhadi, menjelaskan bahwa kekayaan alam Indonesia yang melimpah seharusnya tidak berbanding terbalik dengan kondisi rakyat yang masih menderita. Hal ini menunjukkan adanya kesalahkelolaan dalam tata kelola sumber daya alam.
Walhi juga menyarankan Ganjar untuk mengoptimalkan ekonomi nusantara dengan fokus pada 33 jenis rempah, kopi, dan kelapa. Potensi ekonomi dari komoditas tersebut dirasa sangat besar, namun selama ini kurang mendapat perhatian.
Ganjar menyambut baik rekomendasi dari Walhi dan menyatakan sepakat bahwa kerusakan lingkungan perlu segera ditangani. Ia pun sependapat dengan perlunya review terkait perizinan tambang dan perkebunan.
“Soal pertambangan dan perkebunan, memang perlu adanya review. Saya sampaikan perlu adanya regulatory sandbox dengan menyesuaikan keanekaragaman daerah masing-masing,” jelas Ganjar.
Lebih lanjut, Ganjar menyatakan kesiapannya untuk melibatkan Walhi dalam upaya pemulihan kerusakan lingkungan. Pengalaman dan data yang dimiliki Walhi diyakini akan sangat membantu dalam proses review dan penyusunan regulasi baru.
“Saya akan undang Walhi, pasti mereka punya data, Kementerian punya data. Lalu kira-kira designnya seperti apa, maka cerita regulatory sandbox itu adalah mendesign, memitigasi dan mencoba sampai berhasil lalu bisa diterapkan. Walhi pasti jago soal itu,” pungkas Ganjar.
Kerjasama antara Ganjar dan Walhi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang konkret dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik dan berkelanjutan di Indonesia. (ted)






