Tuban (beritajatim.com) – Peringatan Bulan K3 Nasional tahun 2024 di Terminal Khusus (Tersus) Semen Indonesia di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban pihak Management PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) Pabrik Tuban ingatkan keselamatan dalam bekerja.
GM of Maintenance SIG Pabrik Tuban, Agus Widadi menyampaikan kepada ratusan pekerja yang beraktivitas di Tersus untuk selalu menjaga keselamatan dalam bekerja. Sebab, safety merupakan sebuah kebutuhan.
“Selain itu, safety juga menjadi barometer dan penunjang keberhasilan usaha, karena kecelakaan kerja di Indonesia ini sangat miris sekali,” ucap Agus Widadi. jumat (09/02/2024).
Menurutnya, dari tahun ke tahun kecelakaan kerja selalu meningkat, bahkan kejadian fatality mayoritas terjadi pada pekerja usia muda antara 18 sampai 20 tahun, hal ini harus menjadi perhatian dan jangan sampai terjadi di tempat kerja SIG Pabrik Tuban.
Ia menjelaskan berdasarkan data kecelakaan kerja di Indonesia pada tahun 2021 ada sekitar 230 ribuan, pada tahun 2022 ada sekitar 298 ribuan, dan pada tahun 2023 ada sekitar 360 ribuan kecelakaan kerja.
Untuk itu, pihaknya selaku managemen SIG berkomitmen untuk melakukan berbagai improvement untuk melindungi pekerjanya dari kejadian yang tidak diinginkan dalam bekerja.
“Memang pada awalnya untuk mentaati aturan-aturan safety akan terasa berat, tapi kita harus menyadari jika terjadi fatality tidak hanya kita saja yang dirugikan, namun, keluarga, teman, atasan, dan perusahaan turut dirugikan juga,” ucapnya.
Sementara itu, GM of SCM Infrastructure Management 2, Agus Sanyoto menambahkan, hendaknya dalam segala aktivitas safety ada di depan menjadi bagian penting dalam kehidupan yang tidak bisa terpisahkan.
“Dan mari kita tanyakan kepada diri kita masing-masing apakah kita sudah menerapkan pola safety ketika berangkat bekerja dari rumah sampai pulang kerumah lagi,” ungkap Agus Sanyoto.
Kata Agus, safety harus dimulai dari hal yang terkecil, misalnya menggunakan helm saat berangkat kerja naik motor dan jangan berpikir bahwa melaksanakan safety itu merepotkan.
“Mari kita semua berpikir bagaimana repotnya kalau kita mengalami kecelakaan kerja,” pungkasnya. [ayu/aje]






