Surabaya (beritajatim.com) – Pernyataan Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak terkait penyebab banjir yang merendam ratusan rumah di lima desa di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo akibat eceng gondok di Sungai Buntung ternyata benar.
Tumpukan eceng gondok terlihat memenuhi Sungai Buntung di depan Terminal Purabaya Bungurasih. Tepatnya di samping depan Ramayana, Jumat (9/2/2024).
Tidak hanya eceng gondok, sampah juga memenuhi sungai yang membentang mulai Terminal Purabaya hingga Pasar Waru ini.
Terkait hal ini, Baju Trihaksoro, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA Provinsi Jawa Timur mengatakan, sungai di depan Terminal Purabaya merupakan wilayah Balai Besar Wilayah Sungai Brantas.
“Sungai di depan Terminal Purabaya merupakan wilayah Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. Tapi kami tetap tanggung jawab untuk melakukan pembersihan,” ujarnya
Saat ini, lanjut Baju, pihaknya melakukan pembersihan eceng gondok di Sungai Desa Waru belakang Hotel Neo.
“Dinas PUSDA Provinsi Jatim bergerak cepat dengan mengerahkan 1 unit excavator, 2 unit dump truk, 1 unit crane, 2 perahu pencacah enceng gondok dan puluhan tenaga untuk membersihkan sungai,” imbuhnya.
Sebelumnya, Emil mengatakan penyebab baniir di Kecamatan Waru akibat air laut pasang dan tanaman eceng gondok memenuhi Sungai Buntung.
Untuk diketahui, banjir yang terjadi di Kecamatan Waru Sidoarjo pasca Sungai Buntung di Kecamatan Waru meluap usai hujan deras selama dua hari berturut-turut.
Banjir menerjang lima desa di Kecamatan Waru, yakni Desa Waru, Desa Bungurasih, Desa Sawotratap, Desa Pepelegi, dan Desa Kedungrejo. [tok/beq]






