Sumenep (beritajatim.com) – Ratusan nelayan dengan perahu berbendera PDI Perjuangan tampak mengarungi lautan Masalembu. Mereka bertolak dari Desa Masalima menuju Dusun Mandar Desa Sukajeruk Kecamatan Masalembu. Meski ombak bergulung menerjang, tak membuat nyali para nelayan ciut.
Sesampainya di Dusun Mandar, ratusan nelayan itu menuju ke bangunan kecil dengan makam putih sederhana nan Anggun. Di dinding bangunan di sisi utara, papan nama hitam putih tergantung. Sayyid Muh. Yahya Al-Hasani, lahir 08 Juli 1902 wafat 16 September 1992. Lalu ada keterangan pendiri NU Masalembu Tahun 1946 dan pendiri pesantren Assalafiyah Mandar Masalembu tahun 1950.

“Hari ini, kita berziarah ke makam pendiri NU Masalembu. Kita merawat tradisi memanjatkan doa suci. Itulah yang niscaya dari yang harus kita jalani sebagai wujud ketakdiman pada ulama penjaga keadaban publik, semacam civic virtue,” ujar Ketua Rombongan, Darul Hasyim Fath, Rabu (7/2/2024).
Menurut Darul, di tengah kondisi dinamika demokrasi yang mendapatkan banyak sorotan dari para guru besar di berbagai kampus, perlu kiranya kita untuk berpikir jernih dengan melakukan renungan dan doa.
“Mendekati tanggal 14 Februari, tidak bisa dipungkiri, suasa politik kita tensinya sedikit memanas. Kritik para akademisi harus kita dengar sebagai narasi ketulusan untuk menjaga agar pesta demokrasi berlangsung meriah. Tanpa rasa takut dan khawatir,” jelasnya.
“Makanya, kader dan simpatisan PDI Perjuangan Masalembu ini ziarah, ngaji bareng di makam pendiri NU Masalembu, Sayyid Muhammad Yahya Al-Hasani. Kita yakin, dengan ngalap barokah ulama, kita akan mampu menjalani pesta demokrasi ini dengan riang gembira,” imbuhnya.

Wakabid Kaderisasi dan Ideologi DPC PDI Perjuangan Sumenep itu juga menegaskan bahwa PDI Perjuangan dan NU memiliki pertalian yang kuat. Menurutnya, hubungan kaum nahdliyyin dan nasionalis sudah menjadi suratan takdir sejarah untuk beriringan menjaga NKRI.
“Bahkan dalam Muktamar ke-23 NU di Solo, Bung Karno mengungkapkan rasa cintanya pada NU. Kata Bung Karno, Meski harus merayap, saya akan tetap datang ke mukamar ini, agar orang idak meragukan kecintaan saya kepada NU,” tandas pria yang juga menjabat Ketua Komisi I DPRD Sumenep. [but]






