Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menciptakan inovasi panel surya eco-casset. Inovasi ini dibuat limbah kaset Compact Disk (CD) yang dililit tembaga untuk menghasilkan energi yang diubah menjadi listrik.
Salah satu perwakilan tim, Anum Maharani Siregar menuturkan bahwa ciptaannya itu berhasil dipajang pada acara Industrial Engineering Expo (IEE), Januari lalu. Menurut Anum, panel surya menggunakan bahan semikonduktor silikon untuk memproduksi energi.
“Namun, tim kami mengganti bahan semikonduktor tersebut dengan limbah kaset CD yang dililit oleh tembaga untuk menghasilkan energi yang diubah menjadi listrik. Ide awal pembuatan panel surya ini didasari atas maraknya limbah kaset yang tidak terpakai lagi,” katanya.
Timnya melihat, saat ini kaset jarang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi, kaset sulit diurai tanah sehingga dia bersama tim punya inisiatif untuk mendaur ulang kaset.
“Cara memperoleh kaset CD itu mudah. Ini berbeda dengan bahan yang memiliki fungsi sama seperti tembaga dan baja yang memiliki harga lebih mahal,” jelas Anum.
Kaset, lanjut Anum, punya daya hantar panas yang baik jika dijemur di matahari yang terik. Kemudian, jika dililit dengan kabel tembaga, energi panas dihasilkan oleh kaset dapat diubah menjadi energi listrik.
“Kaset CD akan memecah foton yang dibawa oleh energi panas menjadi ion positif dan negatif. Kemudian, kedua ion akan terus bergerak dan saling berikatan membentuk arus listrik searah atau DC,”
“Arus DC yang dihasilkan oleh panel surya buatan kami kemudian diubah oleh inverter menjadi arus AC yang lebih stabil untuk kebutuhan rumah tangga. Untuk saat ini, panel surya ciptaannya mampu menghasilkan listrik sebesar 300 watt atau setara dengan 12 volt listrik,”
Ia menuturkan bahwa target produknya adalah untuk kebutuhan rumah tangga. Oleh sebab itu, listrik yang dihasilkan hanya cukup digunakan untuk charge smartphone.
Perbedaan mencolok antara panel surya miliknya dengan panel surya secara umum pada kekuatan menyerap sinar matahari. Panel surya pada umumnya mampu menyerap sinar matahari di panas yang redup sekalipun. Sementara, produk Anum terbatas penyerapan panas yang terik.
“Kami timnya ingin terus mengembangkan produknya sehingga bisa menghasilkan listrik yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Daya yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh banyaknya lilitan kabel tembaga pada kaset tersebut,” ucapnya.
Oleh sebab itu, ke depan ia dan tim bakal melakukan perbaikan demi menyempurnakan panel surya. Tidak hanya perbaikan saja, tetapi juga pengembangan produk agar dapat digunakan masyarakat dengan mudah dan efisien.
“Kami berharap bahwa agar dapat bekerjasama dengan investor dan lembaga di UMM untuk mengembangkan panel surya garapannya hingga menjadi produk yang benar-benar siap digunakan,” ujar Anum menutup. [dan/but]






