Mojokerto (beritajatim.com) – Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sandiaga Salahuddin Uno optimis raihan suara PPP di Pemilu 2024 di Jawa Timur (Jatim) akan mengalami peningkatan dari Pemilu sebelumnya. Untuk mendongkrak raihan suara, PPP akan melakukan serangan dari udara melalui iklan dan sosial media.
Hal tersebut disampaikan saat bazar sembako murah di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Mojokerto di Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kamis (8/2/2024). Turut hadir Ketua DPC PPP Kota Mojokerto, Rufis Baharuddin serta sejumlah Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Mojokerto, DPRD Jawa Timur dan DPR RI.
“Ke Jawa Timur untuk empat hari kedepan karena di survei internal kami, kami secara meningkat tapi Jawa Timur ini menghadapi persaingan yang luar biasa. Jadi kita akan all out lima hari kedepan sehingga target kita di Jawa Timur ini bisa balik dan survei internal kita menunjukkan ada 10 partai yang akan tembus ke DPR RI termasuk PPP,” ungkapnya.
Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) ini, hasil survei tersebut harus dijaga dan harus dipastikan capaian tersebut bertahan, terutama di Jawa Timur. Sandiaga menegaskan, suara Jawa Timur sangat penting untuk menyumbangkan perolehan suara di partai berlambang kabah tersebut untuk bisa lolos ke DPR RI.
“Kalau sekarang kita di Jawa Timur ini dibawah 4 persen tapi kita akan tingkatkan empat hari kedepan melalui serangan udara, iklan TV maupun sosial media. Kita masifkan untuk empat hari di Jawa Timur ini dan di darat para caleg harus bekerja ekstra keras. Karena kita yakin dengan kerja keras kita empat hari kedepan,” katanya.
Ia optimis bisa meningkatkan perolehan suara di Jawa Timur dengan tagline yang dimiliki partai dengan Ketua Umum Muhammad Mardianto tersebut dinilai muda dicerna dan dimengeri masyarakat. Yaitu ‘Kerja Muda, Sembako Murah, Hidup Berkah Bersama Kabah tempatnya kiri bawah’.
“Target kita di atas 4 persen untuk Jawa Timur dan nasional. Ini merupakan bagian daripada realita demokrasi (petisi guru besar), kita harus hormati. Para Guru besar ini tentunya telah mencapai sebuah penghargaan dari institusi pendidikan sebagai guru besar. Tidak mudah mencapai status guru besar, profesor,” tuturnya.
Menurutnya apa yang disampaikan para guru besar tersebut merupakan masukan yang harus dilakukan pertimbangan, kajian dan implementasikan. Karena lanjutnya, kekhawatiran para Guru besar tersebut yakni bagaimana demokrasi uang sudah sangat baik di Indonesia tercoreng kedepannya.
“Saya pengalaman di 2019, saya sebagai pasangan calon bahwa demokrasi kita ini harus semakin lebih baik kedepannya dan masukan itu saya rasa positif. Mari kita sikapi dengan bijaksana dan ajak rangkul para Guru besar itu untuk memberikan kritik yang konstruktif, yang bisa kita gunakan sama-sama untuk membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” paparnya.
Sandiaga menegaskan tidak boleh ada kecurangan Pemilu seperti yang terjadi pada Pemilu 2019. PPP akan memastikan pelaksaan Pemilu di Indonesia berkualitas sehingga integritas semua harus dihadirkan secara totalitas. PPP akan memastikan tambahan suara tersebut adalah suara yang sah.
“Suara yang halal bukan suara yang curang karena kita menjunjung tinggi, menang dengan integritas, menang dengan cara yang benar, cara yang terhormat. Karena saya berkoordinasi dengan Bu Mun (Mundjidah Wahab) dan memberikan rekomendasi, Mojokerto dan Sidoarjo jadi dua tempat ini yang saya pilih sekaliguskan kita masifkan,” urainya.
Gerakan sosial media di Mojokerto akan dimasifkan dengan kampanye digital karena kota dengan tiga kecamatan tersebut ditargetkan akan menambah perolehan kursi di DPRD Kota Mojokerto. Yakni dari satu kursi di parlemen menjadi empat kursi. Usai dari Kota Mojokerto, Sandiaga langsung melakukan road show ke Sidoarjo.
Pada Pemilu Legislatif 2019, PPP meraih posisi sembilan dengan capaian 6.323.147 suara nasional atau 4,52 persen. Angka ini terpaut tipis dari ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) yakni sebesar 4 persen. Partai berlambang Ka’bah ini pun lolos ke DPR meski jadi fraksi yang terkecil. [tin/aje]







