Banyuwangi (beritajatim.com) – Kementrian Perhubungan berencana membangun jembatan layang atau skybridge penghubung stasiun kereta dan pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi. Rencananya, realisasi pembangunan tersebut akan mulai digeber Agustus mendatang.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut gembira mengenai rencana itu. Namun dirinya berharap agar desain arsitektur skybridge mengadopsi kearifan dan budaya sebagai identitas Banyuwangi.
“Produk properti dengan arsitektur yang mengadopsi kearifan lokal bisa menjadi landmark atau ikon baru pariwisata. Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat melalui Kemenhub yang akan membangun skybridge,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Sementara itu, Sesditjen Kemenhub Amirullah mengatakan rencana pembangunan itu masih dalam pembahasan. Termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
“Untuk panjang lintasan skybridge yang akan dibangun, saat ini masih dalam pembicaraan lebih lanjut dengan Pemkab Banyuwangi karena ada sejumlah opsi jalur yang akan digunakan,” katanya.
Amrullah memastikan, pihaknya akan memulai pembangunan infrastruktur pada tahun ini. Tepatnya, Agustus mendatang akan segera dimulai jika semua persiapan telah rampung.
“Untuk anggaran sudah kami alokasikan,” ujarnya.
Amrullah menyebut masih ada beberapa pembahasan lain dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengenai pembangunan ini. Termasuk membahas mengenai adanya desain yang menggambarkan sentuhan lokalistik budaya setempat.
“Tinggal DED (detail engineering design) masih direview lagi oleh tim Pemkab Banyuwangi, karena akan disesuaikan dengan kearifan lokal,” terangnya.
Tidak hanya itu, jika terealisasi nantinya juga akan memberikan dampak positif bagi warga. Pasalnya, akan ada tempat bagi para UMKM untuk menjajakan dagangan.
“Rencananya skybridge ini juga akan dilengkapi fasilitas untuk UMKM Banyuwangi sesuai dengan semangat Banyuwangi yang ingin memajukan UMKM lokal,” terang Amrullah.
Kondisi yang sama berlaku di sejumlah bangunan publik di Banyuwangi. Misalnya, mulai dari hotel, kantor pemerintahan hingga bandara di Banyuwangi juga menerapkan desain lokal budaya setempat. [rin/aje]






