Yogyakarta (beritajatim.com)– Seniman dan Budayawan, Butet Kartaredjasa memberikan tanggapan atas pencabutan laporan relawan Pro Jokowi (Projo) Yogyakarta yang melaporkan dirinya atas tuduhan pencemaran nama baik presiden dalam aksinya membacakan pantun beberapa waktu lalu. Atas perihal ini dirinya justru menyatakan jika benar jadi diperiksa menjadi wagu alias tak pantas. Hal ini karena justru dirinya adalah penggagas Pemilu 2024: Jogja Tak Berisik Tapi Asyik.
“Kalau keputusan Kepolisian menghentikan kasus saya ini jauh lebih baik, karena saya dan kawan kawan Kepolisian Jogja bahkan bersama Kapolda Jogja sudah bikin komitmen Pemilu 2024 tidak bikin Jogja berisik tapi bikin Jogja asyik,” bebernya dalam video yang dikirimkan oleh Butet Kartaredjasa kepada Beritajatim.com Senin petang (5/2/2024).
Sambil terkekeh dirinya menyebut jika dirinya sebagai penggagas Jogja tak berisik malah kemudian diperiksa maka hal ini menjadi wagu alias tak pantas.
“Lha kalau saya sampai diperiksa kan saya jadi ketemu kawan sendiri. Polisi polisi Jogja ini sahabat para seniman. Masak ketemuan jadi sikon formal wagu dan sama sekali enggak lucu,” tambahnya masih sambil terkekeh.
Pada akhir pembicaraan dirinya dirinya menyatakan berterimakasih kepada Presiden Jokowi meski demikian dirinya menegaskan jika Presiden Jokowi dan kawan kawannya masih tetap tidak memperdulikan demokrasi Butet menyatakan akan terus konsisten untuk berseberangan dengan Presiden Jokowi.
“Terimakasih Pak Jokowi, kita tetap berteman, tetapi kalau Pak Jokowi dan kawan kawan tetap tidak memperdulikan demokrasi berarti maaf pak, kita konsisten ya tetap berseberangan. Nggak apa apa di tahun politik kita berseberangan nggak masalah. Akan tetapi jika sudah tidak di tahun politik kita tetap berteman sebagai manusia.. Keren Toh…Asyiiik Suog,” ujarnya di akhir kalimat melontarkan kata kata khas Butet Kartaredjasa. [aje]






