Yogyakarta (beritajatim.com)– Budayawan dan seniman Yogyakarta Butet Kartaredjasa memberikan jawaban atas pencabutan laporan Relawan Pro Jokowi (Projo) Yogyakarta yang melaporkan dirinya ke Polda DIY atas alasan pencemaran nama baik Presiden. Dalam klarifikasinya tersebut dirinya secara tegas menyatakan supaya relawan stop jangan sibuk menjilat dab juga carmuk alias cari muka kepada Presiden.
“Terimakasih Mas Ari Budi Menkominfo yang telah memerintahkan Relawan Jogja untuk mencabut laporan kepolisian atas pembacaan pantun saya tempo hari. Itu menurut berita, Mas Budi Ari memenuhi perintah Presiden Pak Jokowi karena memang itu tidak penting dilaporkan,” jelasnya dalam video klarifikasi yang dikirimkan Butet kepada beritajatim.com.
Butet menegaskan menurut pendapatnya perintah Presiden Jokowi ini bermakna tidak supaya relawan tidak sibuk menjilat dan mencari muka kepada presiden.
“Bagi saya seharusnya ini perintah pak Jokowi tidak hanya untuk saya, perintah Pak Jokowi bermakna supaya relawan relawan jangan sibuk menjilat jangan sibuk cari muka kepada presiden stop cari muka,” tegasnya.
Kedua imbuh Butet,seharusnya pencabutan ini dilakukan tidak hanya kasus dirinya saja tetapi juga kawan kawan lain yang bergerak tegakkan demokrasi dan konstitusi seperti pelaporan kepada Aiman Witjaksono dan Palti Hutabarat.
“Semua harus dicabut dong,” jelasnya.
Ia menambahkan guru guru besar di Perguruan Tinggi se Indonesia jangan dianggap dan dilecehkan mendongkrak pasangan calon (paslon) tertentu.
“Semua orang termasuk saya adalah orang orang yang apreasiasi seluruh pencapaian Pak Jokowi, kami adalah orang orang yang mencintai Pak Jokowi itu sebabnya karena kami mencintai kami mengingatkan, mengkritik supaya Pak Jokowi dalam track demokrasi dan tidak menghianati konstitusi,” tegasnya lagi.
Budayawan yang tinggal di perbatasan Kabupaten Bantul ini kemudian mengingatkan kepada rekan yang mungkin dikecewakan oleh praktik politik mutakhir Pak Jokowi untuk tetap terus mengingatkan.
“Terus ingatkan supaya Pak Jokowi tetap berada dijalan demokrasi dan tidak menghianati konstitusi,” tegasnya. [aje]






