Banyuwangi (beritajatim.com) – Film berjudul Kupu-kupu Kertas resmi rilis di seluruh bioskop pada 7 Februari mendatang. Sejumlah pemeran pada film ini mengaku berkesan saat beradu adegan di Banyuwangi.
Ya, film Kupu-kupu Kertas memang mengambil latar di sejumlah lokasi di Bumi Blambangan. Apalagi, film ini berkisah mengenai cerita kelam di Banyuwangi pada 1965 silam.
Sejumlah lokasi yang menjadi lokasi syuting antara lain Hutan Djawatan, kawasan Gunung Ijen, dan Hutan Suko di Desa Gombengsari.
Salah satu pemeran Kupu-Kupu kertas yang memiliki sejumlah kesan selama menjalankan syuting di Banyuwangi itu adalah Amanda Manoppo.
“Ini pertama kali saya syuting di Banyuwangi. Banyak pengalaman, bertemu pemain hebat sampai belajar Bahasa Osing. Syutingnya menyenangkan, warganya ramah-ramah,” ujar Amanda Manoppo.
Tak hanya Amanda Manoppo, Samo Rafael juga berujar yang sama mengenai kesan syuting di Banyuwangi.
“Menyenangkan di Banyuwangi. View-nya fresh,” timpal Samo Rafael.
Sementara itu, Reza Arap mengaku, perannya di Kupu-Kupu Kertas menjadi debut pertamanya di dunia film layar lebar. Dia tidak ragu untuk ikut ambil bagian meski memerankan peran antagonis.
“Saya tertarik, karena perannya cukup menantang. Mohon dukungannya agar film perdana saya ini sukses,” ujar Arap sambil berkelakar. (rin/ted)






