Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Blitar bakal merevitalisasi Pasar Ikan Hias Kota Blitar tahun ini. Dana sebesar Rp2 miliar disiapkan untuk penataan ulang pasar.
Jika sesuai rancangan maka bagian tengah pasar ikan yang saat ini digunakan untuk warung dan kantin bakal dikosongkan. Nantinya bagian tengah ini akan diubah menjadi parkiran bus.
Beberapa kios pedagang selatan pasar juga akan dibongkar. Pembongkaran ini dilakukan agar pintu masuk ke Pasar Ikan Hias yang baru lebih lebar. Sehingga bus akan lebih mudah parkir di dalam Pasar Ikan Hias Blitar.
Lantas, apakah revitalisasi ini akan memberikan dampak ke pedagang ikan hias atau sebaliknya. Pasalnya beberapa kios pedagang ikan akan dibangun di bagian belakang, begitu juga dengan kantin.
“Kalau rencananya yang tengah itu akan dibangun sebagai parkiran bus,” ungkap Robi, pedagang Pasar Ikan Hias Blitar, Senin (5/2/2024).
Pembangunan Pasar Ikan Hias yang diperlebar agar muat untuk dijadikan parkiran bus ini tentu menjadi tanda tanya. Rancangan yang telah disampaikan ke pedagang ini pun seolah syarat kepentingan.
Selama ini memang bus yang mengantar wisatawan ke Masjid Ar-Rahman Blitar belum memiliki tempat parkir. Bus wisatawan tersebut selama ini parkir di jalan Raung atau utara Stadion Supriyadi.
Kondisi tersebut tentu menimbulkan kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di sekitar masjid Ar-Rahman dan Stadion Supriyadi. Dengan nantinya ada tempat parkir bus di dalam pasar Ikan Hias maka jalan tersebut secara otomatis akan kembali lancar.
“Ya mau ndak mau ya ikut aja itu kan pemerintah yang punya kebijakan kami hanya ikut saja,” tegasnya.
Namun upaya itu memiliki dampak lain. Pemerintah Kota Blitar seolah mengenyampingkan kepentingan pedagang ikan hias yang telah berjualan sejak lama.
Meski tetap dibranding sebagai pasar ikan hias, nampaknya bangunan baru nanti akan lebih menguntungkan untuk parkir bus. Selama ini juga sangat minim wisatawan masjid yang membeli ikan hias di lapak pedagang.
Kebangkrutan pun tentu menjadi bayang-bayang nyata bagi para pedagang pasar Ikan Hias, jika Pemerintah Kota Blitar tidak memiliki rencana matang soal revitalisasi ini.
“Selama ini juga tidak ada wisatawan yang membeli ikan hias kebanyakan warga lokal saja,” imbuhnya.
Sebenarnya para pedagang ikan hias menerima rencana revitalisasi ini. Namun mereka berharap Pemkot Blitar bisa memperjuangan usahanya agar tetap jalan meski nanti ditempatkan di bagian belakang pasar. [owi/beq]







1 Komentar
Parkir bus / kendaraan wisatawan ke masjid Ar Rahman harusnya ttp di pipp. Jadi wisatawan jika mau ke masjid Ar Rahman bisa jalan kaki atau naik becak. Dgn begini pasar ikan tetap seperti sekarang, pipp berfungsi sebagai mana mestinya, abang² tukang becak juga mendapat kesempatan penumpang lebih banyak