Surabaya (beritajatim.com) – Makanan wajib saat perayaan imlek dan dinilai membawa hoki dan panjang umur bagi kaum Tionghoa, Misoa produksi warga Pesapen Kota Surabaya kebanjiran order jelang perayaan imlek.
Pesanan mie ini bahkan banyak di order dari masyarakat Tionghoa dari Kota Surabaya dan sekitarnya bahkan luar pulau.
Pabrik mie yang berdiri sejak tahun 1948 ini sejak tiga bulan kemarin sudah kebanjiran order dari daerah- daerah di Indonesia seperti Ambon, Manado, Makkasar, Kalimantan dan pulau Jawa.
Jeffry Sutrisno, sang pemilik pabrik mie mengatakan menjelang imlek ini miesoa butan pabriknya sudah kebanjiran order dan di hari biasa pabriknya hanya bisa memproduksi 500 hingga 700 kilogram tepung untuk pembuatan mie setiap harinya.
Namun kali ini dirinya bisa memproduksi miesoa setiap harinya dengan menghabiskan 1 ton tepung dengan menggunakan dua mesin tradisional.
“Selain itu, miesoa ini, selalu dijaga kualitasnya yakni mulai bahan tepung yang berkualitas bagus pembuatan mie nya penjemuran alami hingga pengovenan yang memakai kayu bakar hingga uapnya disalurkan ke mesinnya sampai pemaketan kemasan,” kata Jeffry.
Jeffry menambahkan kualitas miesoa buatan pabriknya bisa bertahan hingga sampai 1 tahun, dengan menggunakan dua metode penjemuran alami dan oven. Selain miesoa pabriknya juga memproduksi mie telor dan miesoa instan dan mempekerjakan 25 orang karyawan. (ted)






