Yogyakarta (beritajatim.com)– Dosen sekaligus pengamat politik UGM, Dr.rer.pol. Mada Sukmajati, S.IP., M.PP memberikan evaluasi pada pelaksanaan debat yang dilakukan capres dan cawapres yang akan berlangsung hingga 5 kali ini. Berdasarkan survei tahun lalu, debat capres cawapres mampu mempengaruhi pilihan warga hingga 15% jumlahnya.
“Inilah mengapa perdebatan publik lanjutan perlu terjadi. Mada juga menambahkan, survei tahun lalu tentang pengaruh pelaksanaan debat ini ternyata hanya memengaruhi sekitar 10-15% pilihan masyarakat. Namun berbeda dengan pelaksanaan pemilu sebelumnya, perkembangan teknologi informasi membuat dampak debat capres cawapres ini jauh lebih luas,” ucap panelis pada pelaksanaan debat capres hari pertama ini Selasa (30/1/2024).
Kendati demikian, debat capres cawapres tetaplah merupakan forum formal terbatas yang tidak bisa sepenuhnya menjadi acuan bagi masyarakat. Pelaksanaan kampanye, elaborasi program secara di luar sesi debat, bahkan track record setiap pasangan calon juga perlu menjadi pertimbangan.
“Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan sebuah forum debat itu adalah ketika forum debat itu kemudian mendorong perdebatan berikutnya setelah forum itu diselenggarakan. Menurut saya kalau kita nilai debat satu, dua, tiga, saya kira capaian adanya debat publik itu sudah ada. Jadi ini menunjukkan bahwa meskipun desainnya sangat terbatas karena sudah diatur oleh undang-undang Pemilu, itu tidak kemudian menimbulkan tidak adanya perdebatan publik,” tutur Mada.
Menurutnya, setiap putaran debat telah menghasilkan respons publik yang menarik. Selain itu, visi misi dan program yang dielaborasipun ternyata tersampaikan dengan baik dan diingat oleh publik.
Pelaksanaan Pemilu 2024 disambut antusias oleh masyarakat. Sejak akhir tahun lalu, publik telah memperlihatkan dinamika yang menarik untuk diamati. Selain kampanye ketiga pasangan calon, debat capres cawapres juga menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Berlangsung sebanyak lima kali, debat capres cawapres digelar oleh KPU sebagai salah satu cara agar masyarakat bisa menentukan pilihannya. [aje]






