Tuban (beritajatim.com) – Belum adanya kepastian jumlah kuota Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 2024, Kementerian Agama (Kemenag) Tuban menyarankan agar CJH Cadangan untuk melakukan pelunasan biaya haji.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya panggilan berangkat untuk CJH cadangan yang biasanya secara mendadak ada tambahan kuota.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Tuban Ashabul Yamin mengungkapkan, bahwa jemaah cadangan tersebut merupakan jemaah tambahan, namun belum adanya kepastian dari pusat maka jemaah tambahan tersebut menjadi jamaah cadangan. “Jadi kuota jemaah tambahan menjadi kuota cadangan dan berdasarkan ketentuan dari pusat belum ada kepastian pelunasan baik jumlah kuota,” terang Ashabul Yamin.
Meski begitu, pihaknya memberikan saran agar jemaah yang masuk cadangan ini melakukan pelunasan, sebab jika ada panggilan untuk berangkat tidak tergesa-gesa. “Evaluasi tahun lalu, banyak yang dipanggil tapi tidak siap melakukan pelunasan, alasannya mendadak,” imbuhnya.
Beberapa hari yang lalu juga sosialisasi tersebut telah dilaksanakan oleh Kemenag Tuban mengumpulkan seluruh jemaah cadangan dan menyampaikan terkait ketentuan pelunasan. “Kemarin, kita sudah kumpulkan mereka dan menyampaikan antisipasi bahwa ada panggilan berangkat untuk mereka dan apa yang perlu disiapkan,” kata Ashabul Yamin.
Pria yang akrab disapa Yamin ini juga menambahkan, syarat untuk melakukan pelunasan yakni harus ada surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas masing-masing dan apabila tidak siap untuk berangkat bisa membuat surat pernyataan.
Menurutnya, para jemaah bisa melakukan pelunasan pada pada tanggal 10-12 Januari 2024 yang diperuntukkan untuk porsi urut lansia dan cadangan. Sedangkan, pada tahap kedua tanggal 5-26 maret 2024 terakhir pelunasan.
“Karena zona Jawa Timur ini relatif lebih mahal daripada daerah lain, selisih sekitar Rp 5 sampai Rp 6 juta, Jatim mendapatkan harga Rp 60,5 juta dan sudah dikurangi Rp 25 juta pada pendaftaran porsi awal, sehingga jemaah yang tidak siap agar membuat surat pernyataan tunda berangkat,” pungkasnya.[ayu/kun]






