Malang (beritajatim.com) – Yayasan Sedekah Masyarakat Indonesia (Semain) memberikan pelatihan kepada Generasi Z (Gen Z) di Madrasah Aliyah (MA) Progresif Zainul Ulum yang ada di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, menjadi konten Kreator andal.
“Perlu adanya pelatihan, bimbingan dan motivasi Gen Z, untuk mampu berselancar di dunia maya, menjadi konten kreator andal, sehingga kehidupannya lebih terarah kepada hal-hal yang positif,” ucap Ketua Pembina Yayasan Semain, Ruwiyanto, Rabu (17/1/2024).
Ruwiyanto menjelaskan, sebagian besar pengguna internet di kalangan masyarakat Indonesia termasuk dalam kelompok usia 19-34 tahun mencapai 49,52 %, diikuti kelompok usia 35-54 tahun 29,55 %, kemudian kelompok usia 13-18 tahun 16,68 %.
“Dari data tersebut, sangat tepat jika generasi Z sebagai sasaran penerima program Yayasan Semain untuk bisa membuat konten kreator dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial yang sudah tersedia, seperti FB, X, Instagram, Tik Tok atau yang lainya,” tegasnya.
Sementara, Pemateri yang dihadirkan Yayasan SEMAIN dari Kampus STIE Malangkucecwara Kota Malang, Dr Hanif Mauludin menilai, kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Sedekah Masyarakat Indonesia merupakan kegiatan positif. Kegiatan tersebut juga memberikan motivasi untuk belajar pada generasi Z di daerah pinggiran.
“Partisipasi untuk minat pada studi lanjut masih kurang, sehingga kegiatan ini sangat baik sehingga bisa meningkatkan minat belajar anak-anak yang ada di sini,” tutur Hanif.
Ia mengatakan, pengamatan di lapangan ada beberapa faktor yang menjadikan anak-anak Gen Z tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yakni permasalahan perekonomian.
Untuk itu pihaknya berupaya membantu cara mengakses supaya mendapatkan biaya pendidikan melalui program beasiswa.
“Kita mencoba untuk memfasilitasi bagaimana mengakses beasiswa, baik beasiswa dari pemerintah maupun beasiswa dari Yayasan atau lainnya,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Praktisi Konten Kreator Happy Roykhan menambahkan, untuk menjadi seorang konten kreator andal, maka harus berani melawan kemalasan dan rasa gengsi. Selain itu dalam menjalani harus totalitas serta memiliki niat yang sungguh-sungguh.
“Penghambat keberhasilan itu hanya ada 2, yaitu kemalasan dan gengsi. Serta dalam berusaha yang tak kalah penting mempunya niat, semangat dan totalitas,” ucap Happy.
Ia menegaskan dengan memiliki semangat, niat dan totalitas dalam berkarya, Happy meyakini usaha yang dijalani akan mengalami perkembangan.
”Tanda-tanda usaha mengalami pertumbuhan diantaranya makin banyak rintangan yang datang, dengan seijin Allah bisa menyelesaikan masalah, merek kian dikenal dan banyak yang deal serta bertanya untuk menjadi mitra,” Happy mengakhiri. [yog/but]







