Ponorogo (beritajatim.com) – Beberapa waktu lalu, ada nama unik anak balita di Kabupaten Ponorogo. Yakni bernama Otot Kawat Balung Wesi Ati Quran. Namun, ternyata tidak itu saja nama-nama unik di Bumi Reog.
Tercatat, ada beberapa nama anak manusia di Ponorogo yang tergolong unik dan tidak biasa. Nama unik itupun juga tidak terlepas peran dari Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Di lingkungan sosialnya, tidak jarang orang nomor satu di Ponorogo itu, diminta untuk urun nama bagi bayi dari warganya.
Menurut informasi yang dihimpun oleh beritajatim.com, sedikitnya ada 4 nama unik lagi pemberian dari Kang Giri, sapaan akrabnya. Nama-nama unik itu, seperti Ininalh Bidadari Bumi, Ladalah Bagus Tenan Kang, Laskar Jagad Umat Muhammad dan Pedang Sayyidina Ali.
Meskipun dengan nada kelakar, Kang Giri mengungkapkan bahwa memberikan nama-nama tersebut merupakan sebuah bekal. Baginya, nama bukan hanya sebatas identitas, namun juga sebuah doa. Nama yang baik diharapkan membawa harapan dan keberuntungan bagi anak-anak tersebut.
“Asmo kinaryo jopo. Nama adalah doa. Dalam pemberian nama itu, saya sematkan doa agar mereka menjadi anak yang tangguh dan hebat,” ujar Sugiri Sancoko, Rabu (17/01/2024).
Kang Giri juga menegaskan bahwa memberikan nama unik bukan semata-mata untuk keperluan politik. Mereka kelah sudah mempunyai bekal, yakni mudah diingat oleh orang lain.
Itu pun bisa menjadi bonus, mana kala kelak akan menjadi politisi. Nama-nama seperti “Otot Kawat Balung Wesi Ati Quran” tidak hanya menciptakan keunikan, tetapi juga membuat orang mudah mengingat dan penasaran.
“Otot Kawat Balung Wesi Ati Quran, orang menjadi gampang ingat. Akan mengundang rasa penasaran,” katanya.
Pemberian nama-nama unik oleh Bupati Sugiri Sancoko itu, ternyata sudah dari dulu. Bukan memberikan nama kepada masyarakat, anak-anaknya pun diberikan juga nama unik. Anak sulungnya, diberi nama Jian Ayune Sundul Langit. Nama itu beberapa waktu viral, saat dipanggil di acara wisuda di Jawa Barat.
Anak-anak Bupati Sugiri Sancoko lainnya pun juga tak kalah uniknya dan mempunyai arti yang mendalam. Seperti nama anak nomor 2 dari pasangan suami istri Sugiri Sancoko dan Susilowati itu, diberi nama Lintang Panuntun Kolbu.
Sugiri menjelaskan bahwa Lintang itu kecil, namun bisa menjadi petunjuk arah untuk orang yang ada di lautan. Sehingga dengan nama itu, Sugiri dan istrinya berharap anaknya bisa menjadi cahaya yang bisa menerangi kalbu banyak orang.
“Anak nomor 2 namanya Lintang Panuntun Kolbu. Ya artinya Lintang itu kecil, tetapi siapa tahu itu bisa cahaya yang bisa menerangi kalbu banyak orang,” ungkap Bupati Sugiri pada bulan Agustus tahun lalu.
Kemudian untuk anak ketiganya, diberi nama Gibran Cahyaning Pengeran. Nama itu, berawal dari kesukaan sang bupati waktu masih muda, sering membaca buku-buku Kahlil Gibran. Sehingga salah satu nama penyair asal Lebanon itu, disematkan kepada anak ketiganya. Kemudian kata-kata Cahyaning Pengeran, menurut Kang Giri merupakan persuasi dari Cahaya Tuhan.
“Nama anak-anak saya sederhana, tetapi tetap memiliki makna,” katanya.
Keputusan Kang Giri dalam memberikan nama unik ini, selain menciptakan keceriaan di tengah masyarakat, juga menciptakan gelombang perbincangan dan keunikan tersendiri di Ponorogo maupun nasional. [end/beq]






