Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk mengambil langkah komprehensif dalam menangani kasus polio yang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Saya tegaskan Pemprov Jatim untuk melakukan tindakan cepat, terukur dan menyeluruh, baik dalam penanganan kasus polio yang sedang terjadi maupun langkah-langkah pencegahan untuk meminimalisir korban selanjutnya. Ini harus menjadi perhatian, ” kata LaNyalla dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/1/2024).
LaNyalla mengatakan, kasus polio tidak boleh dianggap remeh. Selain penyebarannya cepat, polio dapat menyebabkan kelumpuhan bersifat permanen.
“Meskipun jarang sekali kasus polio menyebabkan kematian, namun dampak penyakit ini sangat besar. Polio bisa menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan seumur hidup. Hal ini pada akhirnya akan mengurangi produktivitas hidup seseorang,” tukas LaNyalla.
LaNyalla menekankan polio bukan kasus yang bisa dianggap remeh. Ini lantaran polio bisa menyebar dengan cepat dan memicu kelumpuhan permanen meski jarang menimbulkan kematian.
“Polio bisa menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan seumur hidup. Hal ini pada akhirnya akan mengurangi produktivitas hidup seseorang,” kata Senator asal Jawa Timur ini.
Di sisi lain, LaNyalla juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, mengikuti imunisasi.
LaNyalla menegaskan, polio tidak bisa diobati. Sehingga langkah pencegahan menjadi hal mutlak yang harus dilakukan.
“Kepada masyarakat bisa melakukan antisipasi penyebaran polio dengan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Perlu juga meningkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi. Terakhir, jangan lupa melakukan vaksinasi secara lengkap yang sudah banyak difasilitasi oleh pemerintah,” pesannya.
Sebagai informasi, kasus polio di Jatim ditetapkan sebagai KLB setelah ditemukan 11 anak yang terjangkit virus polio. Dari hasil surveilans, bahwa 9 anak terjangkit di antaranya tidak menunjukkan gejala atau dalam kondisi sehat.
Namun saat cek feses ternyata terdapat virus polio. Dua anak lainnya, di Sampang dan Pamekasan baru diketahui terjangkit polio lantaran kondisinya sakit dan kini sudah mendapatkan pendampingan untuk menjalani terapi. [beq]






