Malang (beritajatim.com) – Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing Universitas Negeri Malang (BIPA) menerima 8 mahasiswa dari Walailak University Thailand melalui program in country. Mahasiswa asing itu akan belajar di BIPA UM selama 4 bulan mendatang.
Seremoni penyambutan berlangsung di gedung B17 Pusat Studi Bahasa dan Budaya Indonesia (PSBBI) UM lantai 2 pada Selasa (16/1/2024). Koordinator BIPA UM, Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd., menjelaskan bahwa program in country tahun 2024 ini menjadi yang ke-15 sejak pertama diadakan.
“Ini angkatan ke-15 diikuti oleh mahasiswa dari jurusan ilmu politik dan administrasi negara. Program ini selama 4 bulan, secara khusus belajar budaya dan bahasa Indonesia di BIPA PSBBI UM. Programnya dimulai dari tahun 2010, alhamdulillah kita tahun rutin menerima dari Universitas Walailak,” ungkap Gatut pada beritajatim.com.
Mahasiswa peserta program in country akan diajar oleh guru BIPA dari UM, selain itu di luar kelas mereka akan didampingi oleh mitra bahasa. Gatut menjelaskan mitra bahasa akan membantu mahasiswa asing praktik bahasa Indonesia dan berkunjung ke tempat budaya maupun wisata di Malang.
Dosen Walailak University Thailand, Nisachon Chuchai memandang BIPA UM sebagai tempat yang sangat tepat bagi mahasiswanya untuk belajar bahasa Indonesia. Apalagi sejak 2010, mahasiswa yang dikirim ke UM selalu berhasil belajar bahasa Indonesia.
“Mahasiswa kami selalu lancar berbahasa Indonesia, walaupun progrma hanya singkat. Hasilnya selalu bagus, koordinatornya bagus, staf, guru, dan pimpinannya bagus. Hasil yang kami harap dari sini untuk mahasiswa selalu tercapai,” ungkap Nisachon.
Mahasiswa di Walailak tertarik belajar bahasa Indonesia karena kekayaan budayanya. Selain itu, bahasa Indonesia juga membantu mereka untuk mendapat peluang kerja lebih besar.
“Untuk peserta program in country ini tidak ada seleksi. Namun, dipilih dari mahasiswa yang studi tentang Asean, khususnya Indonesia, tahun kedua akan dikirim ke sini,” katanya.

Sementara itu, Prof. Djoko Saryono selaku Direktur PSBBI UM menjelaskan bahwa bahasa dan budaya sebagai instrumen internasionalisasi, diplomasi, dan merajut relasi internasional. Tujuan pokok dari program kerjasama ini adalah untuk meraih mahasiswa dan kerjasama internasional.
“Selain itu , tujuannya untuk mendapat kerjasama akademik yang lebih edukatif dan saling menguntungkan. Dengan program ini juga membantu untuk saling memahami budaya antarbangsa, terutama sesama Asia Tenggara,” ungkap Prof Djoko.
Kerjasama dengan Walailak University bukan hanya jalinan biasa, melainkan upaya untuk mengekskavasi kesamaan budaya antara dua negara. Hal itu dilakukan untuk saling mendukung kemajuan bersama.
“Termasuk kemajuan kebudayaan, kesenian, pendidikan, dan diplomasi yang saling menumbuhkan dan menguatkan. Khusus dengan Walailak ini dapat mengeratkan kembali negara di Asean untuk mewujudkan misi membangun keserumpunan dan satu kebudayaan, yaitu kebudayaan yang memuliakan kemanusaiaan, kehidupan bersama dan saling membantu. ” kata Prof Djoko mengakhiri.
Pada sesi penyambutan dilakukan juga perkenalan antara mitra bahasa, guru, staf BIPA UM dengan mahasiswa dari Walailak University Thailand. [dan/but]






