Surabaya (beritajatim.com) Niat mencari jodoh di aplikasi, seorang guru SD di Gresik kehilangan sepeda motornya, Minggu (31/12/2023) kemarin. Guru SD berinisial EW itu ditipu buaya darat bernama Sulton (42) asal Taman, Sidoarjo.
Kapolsek Tenggilis Kompol Masdawati menjelaskan, korban EW berkenalan dengan Sulton lewat aplikasi pencari jodoh OME. Setelah beberapa waktu hanya chattingan, mereka sepakat untuk bertemu di minimarket Jalan Panjang Jiwo untuk lebih saling mengenal.
Dengan mengendarai Honda CS One, EW berangkat dari Gresik dengan harapan menyudahi masa lajang.
“Mereka sudah ketemu lantas berkeliling kota Surabaya. Lantas mereka berhenti di tempat asal di minimarket Jalan Panjang Jiwo untuk beli minum,” kata Masdawati, Sabtu (13/1/2024).
EW lantas turun dan membeli minuman. Sedangkan Sulton menunggu di sepeda motor dengan alasan agar tidak membayar parkir.
Setelah beberapa saat, EW sudah membeli minumannya dan keluar dari minimarket. Saat itulah ia kaget Sulton menghilang bersama motornya. Ia pun menghubungi nomor telepon Sulton namun tidak diangkat.
“Korban lantas membuat laporan ke Polsek Tenggilis. Setelah diselidiki kami bisa menangkap pelaku pada Minggu (07/01/2024),” imbuh Masdawati.
Dari hasil penyelidikan, Sulton memang berniat untuk mengambil barang berharga dari sasarannya yang ia cari di aplikasi pencari jodoh. Ia pun sudah mempunyai calon korban usai menggelapkan sepeda motor EW.
“Jadi memang pelaku ini mencari sasarannya di aplikasi itu,” tegas Masdawati.
Akibat ulahnya itu, korban ditaksir mengalami kerugian hingga Rp23 juta. Barang bukti yang diamankan, sepeda motor Honda CS One milik tersangka, 2 buah ponsel, tas biru dan sebuah baju gamis milik korban. [ang/beq]






