Kediri (beritajatim.com) – Warga yang tergabung dalam Forum Rembug Manisrenggo Bersatu mendesak Polres Kediri Kota untuk mengusut tuntas kasus pemukulan di masjid. Desakan tersebut disampaikan melalui unjuk rasa damai di depan Mapolres Kediri Kota, Jumat (12/1/2023).
Dalam aksi damai ini, warga membawa berbagai poster tuntutan. Mereka juga berorasi dan memainkan seni jaranan serta hadrah.
Saat beroperasi, mereka minta polisi mengusut tuntas kasus pemukulan terhadap warga yang menjadi imam di Masjid Al Muttaqun Kelurahan Manisrenggo, pada Rabu (13/1/2023) lalu.
Ketua Takmir Masjid Al Muttaqun Manisrenggo, Ahmad Saifuddin Muslih, dalam dialog dengan pihak kepolisian di sela unjuk rasa, menyatakan telah menyampaikan kejadian yang sebenarnya. Pihaknya pun menaruh kepercayaan lebih kepada kepolisian untuk bisa menuntaskan kasus ini secara profesional.
“Kita percayakan kepada kepolisian, polisi akan mengusut secara tuntas secara profesional, tapi tadi kita menyampaikan bahwa kejadian yang sesungguhnya itu adalah dari pihak sana yang membawa orang menyerang warga kita, kita tidak kenal sama sekali, sehingga berita yang awal muncul itu sangat menyakitkan warga,” kata Saifuddin Muslih.
Kasi Humas Polres Kediri Kota, Ipda Nanang Setiawan, menyampaikan pihaknya masih menangani kasus tersebut. Dalam waktu dekat, penyidik akan mendatangkan saksi ahli untuk memberikan pandangan terkait kasus yang terjadi.
“Saat ini masih dalam proses penyelidikan, penyidik juga akan mendatangkan saksi ahli,” kata Nanang.
Terkait permintaan pembubaran ormas yang diajukan warga, Nanang menerangkan hal bukan menjadi kewenangan dari pihak kepolisian.
“Soal permintaan warga terkait pembubaran ormas itu menjadi kewenangan Kesbangpol,” tandasnya. [nm/beq]






