Surabaya (beritajatim.com) – Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Bambang Sudarmanta mengembangkan teknologi rekayasa bioenergi untuk mendukung sistem transportasi berkelanjutan.
Teknologi bioenergi merupakan pemanfaatan sumber energi dari sumber-sumber hayati, seperti biomassa, limbah, dan energi terbarukan lainnya. Teknologi ini dinilai memiliki potensi yang besar untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Bambang memiliki 6 gagasan keterbaruan teknologi di bidang bioenergi. Salah satunya adalah teknologi biogas. Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari proses fermentasi anaerobik biomassa, seperti kotoran hewan dan limbah domestik.
Bambang berhasil menghasilkan gas metana berkalori tinggi dari biogas yang aman bagi kendaraan bermotor. Hal ini berkat penambahan proses pemanasan dan pengadukan pada reaktor biogas serta proses pemurnian menggunakan sistem filtrasi.
“Dengan metode ini, produksi gas dapat lebih maksimal,” kata Bambang, Kamis (11/1/2024).
Keterbaruan lainnya adalah teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). RDF merupakan bahan bakar yang berbahan baku sampah yang dapat digunakan pada kendaraan bermotor.
Bambang melakukan perancangan terhadap sebuah mesin pembuatan RDF bernama Mobile Waste Screening and Shredding Machine. Mesin ini dapat diwujudkan dengan memenuhi dua tahapan.
Tahapan pertama adalah penyusunan basic machine design dan schematics drawing. Pada proses ini, dilakukan perancangan terhadap desain dari mesin sehingga ergonomis dan dapat berfungsi sesuai fungsinya.
Tahapan kedua pembuatan prototype. Prototype yang dimaksud adalah alat yang mampu mencacah sampah domestik. Dari pencacahan tersebut, dilakukan proses lanjutan yang dapat menciptakan RDF.
“Mesin ini mampu mendukung komitmen Indonesia mengenai green energy pada pertemuan G20 lalu,” ujar Bambang.
Selain kedua keterbaruan itu, Bambang juga menyumbang keterbaruan pada teknologi gasifikasi, biodiesel, bioetanol, dan diesel dual fuel (DDF). Bersama-sama, keenam keterbaruan teknologi itu mendukung mimpi Indonesia dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.
Bambang berharap, adanya keterbaruan teknologi tersebut, emisi CO2 di dunia dapat berkurang sehingga pemanasan global pun bisa ditekan habis. Selain itu, ia juga berharap gagasannya ini bisa membantu seluruh lapisan masyarakat di dunia. [ipl/beq]






