Tuban (beritajatim.com) – Jembatan Glendeng yang menghubungkan Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban dengan Kabupaten Bojonegoro ditargetkan selesai bulan ini. Saat ini, progres pembangunan jembatan tersebut sudah mencapai 95 persen.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PUPR PRKP) Kabupaten Tuban, Basdi, menerangkan pembangunan Jembatan Glendeng saat ini sudah tahap pengecoran kerangka.
“Saat ini proses pengecoran struktur kerangka utama jembatan tengah dikerjakan, sudah lebih dari 80 persen, dan kalau pengecoran selesai ya sekitar 92 persenan,” ucap Basdi.
Ia menjelaskan, dengan tingkat 92 persen tersebut diperkirakan pengecoran akan selesai dalam waktu satu pekan pada Januari 2024. Basdi berharap jembatan bisa segera difungsikan.
“Memang betul, pengecoran konstruksi utama dan dikerjakan secara bertahap,” imbuhnya.
Sebelumnya, jika berdasarkan pada jadwal pengerjaan, Jembatan Glendeng akan selesai pada akhir Desember 2023 kemarin. Namun, menurut Basdi, akibat kondisi tanah yang tidak stabil, serta debit air sungai yang meluap di musim hujan ini, diperlukan waktu yang lebih lama untuk penguatan pondasi di bagian bawah.
“Kondisi tanah yang tidak menentu memang memengaruhi pengerjaan kita,” kata Basdi.
Sedangkan pengecoran bawah tanah untuk penguatan konstruksi jembatan dilakukan 40 hingga 46 meter ke bawah dengan tambahan baja. Ini agar konstruksi jembatan lebih kuat dan tahan getaran.
“Apalagi dengan kondisi tanah yang tidak menentu,” terang dia.
Sementasa sisa pengerjaan pengurukan dan pengembalian fungsi tanah, akan dilakukan usai pengecoran. Jika tidak ada halangan, akhir Januari 2024 jembatan bisa digunakan kembali.
“Mudah-mudahan, jembatan bisa segera dilewati,” harapnya.
Melihat perkembangan pembangunan yang hampir rampung, tentu masyarakat sudah sangat menantikan selesainya Jembatan Glendeng.
Seperti diungkapkan Kamsini, warga Simo, mengaku senang dengan hampir selesainya Jembatan Glendeng. Selama ini, dia harus memutar ke jalan lain dengan jarak lumayan jauh jika hendak ke Bojonegoro.
“Alhamdulillah sudah mau selesai, jadi kalau mau ke Bojonegoro nggak usah memutar jauh-jauh,” ucap Kamsini. [ayu/beq]






