Ponorogo (beritajatim.com) – Pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor) di Ponorogo berbuat naeh. Pelaku justru meninggalkan mobil. Satreskrim Polres Ponorogo terus melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian yang terjadi di depan konter handphone di Desa Madusari Kecamatan Siman Ponorogo itu.
Dimana pelaku setelah berhasil menggasak sepeda motor pegawai konter, yang bersangkutan meninggalkan mobil Xenia warna hitam. Pelaku berpura-pura mobilnya rusak, sehingga meminjam sepeda motor pegawai konter untuk mencari bengkel.
Namun, ternyata sepeda motor itu tidak kunjung kembali. “Kita masih melakukan penyelidikan terkait curanmor dengan TKP di dekat konter handphone di Ponorogo,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Ryo Perdana, Rabu (10/1/2024).
Dari informasi yang diperoleh Satreskrim Polres Ponorogo, mobil warna hitam yang ditinggalkan pelaku, merupakan hasil penggelapan di wilayah Kabupaten Magetan. Saat ini, kata Ryo, pihaknya intens melakukan komunikasi dengan Satreskrim Polres Magetan terkait keterkaitan penggelapan mobil dengan curanmor yang terjadi di wilayah bumi reog.
“Setelah kita dalami, mobil yang ditinggal pelaku curanmor itu merupakan hasil penggelapan di wilayah Magetan,” ungkap mantan Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya itu.
Satreskrim Polres Ponorogo akan terus melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengungkap kasus curanmor di depan konter handphone di Ponorogo. Bukan tidak mungkin, pihaknya juga akan melakukan kolaborasi dengan Satreskrim Polres Magetan.
Sebab, dugaannya pelaku masih ada keterkaitan dengan penggelapan mobil di kabupaten yang berada di lereng Gunung Lawu tersebut. “Kalau ada perkembangan akan kita sampaikan. Jika dilihat di CCTV terduga pelaku 1 orang,” pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, kejadian pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terjadi di Kabupaten Ponorogo. Curanmor itu menjadi tak biasa, sebab pencuri yang menggasak sepeda motor, meninggalkan mobil yang digunakan sebelumnya.
Peristiwa itu terjadi di salah satu konter handphone di Desa Madusari Kecamatan Siman Ponorogo atau tepatnya di barat lampu merah Dengok pada Senin (8/1) siang kemarin. Sepeda motor jenis Honda Vario yang dibawa pencuri itu, merupakan milik pegawai di konter handphone tersebut.
“Aksi pencurian motor itu terjadi kemarin siang. Milik teman saya Varionya dibawa kabur,” kata Risma Yuliana Ekawati, teman korban sesama pegawai konter handphone itu.
Menurut informasi yang dihimpun beritajatim.com, awalnya pelaku datang ke konter dengan menggunakan mobil Xenia dengan nomor polisi AE 1637 JL. Turun dari mobil, pelaku menghampiri korban yang berjaga di konter.
Pelaku mengaku bahwa mobil yang digunakannya itu rusak dan berniat meminjam sepeda motor milik korban untuk mencari bengkel terdekat. “Alasannya minjam sepeda motor untuk mencari bengkel, sebab pelaku beralasan bahwa mobilnya rusak,” katanya.
Untuk meyakinkan, pelaku memberikan kunci dan STNK mobil itu kepada korbannya. Korban pun percaya dan memberikan kunci sepeda motornya kepada pelaku. Setelah dinanti cukup lama, pelaku tak kunjung kembali. Hingga akhirnya korban lapor ke pihak kepolisian.
“Ya oleh teman saya kunci motornya dikasihkan, soalnya pelaku juga memberikan kunci dan STNK mobil sebagai jaminannya,” pungkasnya. [end/suf]






