Sidoarjo (beritajatim.com) – Merayakan Hari Jadi Sidoarjo yang ke-165, seniman dan budaywan menggelar Kirab Budaya, Minggu (7/1/2024). Pergelaran yang melibatkan ratusan peserta ini disambut meriah oleh warga.
Ketika peserta Kirab Budaya lewat, banyak warga keluar rumah untuk menonton beragam sajian seni budaya. Selanjutnya, berawal dari Dekesda Art Center, setelah keliling jalan raya dan jalan kampung, Kirab kembali ke titik awal.
Pesta seni budaya kembali digelar. Cuaca mendukung. Inilah peristiwa budaya puncak kegiatan Kontribusi Sosial Modul Nusantara persembahan PMM-3 Abhirama Umsida yang dibina oleh Bayu Hari Prasojo, S.Si, M.Pd.. Bertajuk “Kirab Budaya Pesona Budaya Sidoarjo: Merayakan Keberagaman Nusantara”.
Program ini merupakan kerja bersama dengan PMM 3 Abhirama, Paguyuban Sekar Kawedhar, Forum Pamong Kebudayaan, Rumah Budaya Rika Rahayu Rasmi, Jagad Suwung, Paguyuban Jenggala Manik, Papasid, Panitia GPS, Ludruk Baladda, Front Kolosal Surabaya dan banyak relawan paguyuban seni budaya yang terlibat lagi.
Bukan kampanye pemilu, ini adalah peristiwa budaya yang baru pertama terjadi di Sidoarjo ini dimulai dengan pawai budaya oleh komunitas dan paguyuban budaya juga mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka ke-3 (PMM-3) Abhirama.
Pada sambutan pembuka Muhammad Yani, S.E., M.M. yang bertugas PIC PMM-3 Umsida menjelaskan “Mahasiswa PMM mempunyai program Kontribusi Sosial dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan memperkuat kemampuan sosial mereka bagi lingkungan, PMM-3 Abhirama beranggota 22 mahasiswa dari berbagai kampus di lndonesia, dari Aceh sampai Papua dan sedang belajar 1 semester di Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo).” ia menambahkan “kegiatan ini sangat bagus untuk mengaplikasikan nilai-nilai kebhinekaan dan nilai-nilai kebangsaan.”
Pernyataan M.Yani tersebut selaras dengan kalimat Joko Susilo ketua panitia pawai budaya “Luar biasa para mahasiswa dari pelbagai pulau di lndonesia datang ke Sidoarjo dapat bekerja sama dengan para paguyuban budaya menciptakan kegiatan yang berdampak lengkap, dengan adanya kegiatan ini para seniman mendapatkan wadah untuk berkekspresi, warga sekitar mendapatkan hiburan dan pengetahuan seni, bahkan para UMKM yang mendapatkan keuntungan dengan ludesnya dagangan mereka di acara ini.”
Zidan Akmal Syafikri dari Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara adalah ketua PMM-3 Abhirama ia memaparkan “Sekitrar 1 bulan kami melakukan kontribusi sosial di Dekesda, ini merupakan pengabdian kepada masyarakat, utamanya masyarakat seni. Kami belajar seni rupa dengan penerapan desain warna dan taman di dekesda, kami belajar menari juga, kami belajar seni peran dan belajar bekerja sama dengan para budayawan untuk bersama-sama mengembangkan kesenian. Di puncak acara ini kami tampilkan juga tari Wonderland yang menggambarkan keberagaman, kekayaan kebudayaan Nusantara.”
Ketua Dekesda Ribut Wijoto, S.S. sangat gembira dengan segala kegiatan seni dan budaya yang ada di Dekesda. Menurutnya, dengan pemicu para mahasiswa juga budayawan dan seniman Sidoarjo, kemajuan seni di Sidoarjo akan semakin melesat. Dekesda memberi ruang terbuka dan bebas biaya bagi penggunaan seni budaya oleh seniman, komunitas, mahasiswa, dan masyarakat umum. [isa]









