Jember (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur setiap hari berpotensi mengganggu penyortiran dan pelipatan sekitar 10 juta lembar surat suara di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Namun Komisi Pemilihan Umum Jember yakin pelipatan suara sejak 5 Januari 2024 akan selesai tepat waktu sesuai jadwal pada 18 Januari 2024.
Surat suara untuk pemilihan presiden-wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD Jatim, DPRD Jember, dan Dewan Perwakilan Daerah saat ini disimpan di gudang milik PT Temprina. Namun pelipatan dilakukan di luar gedung. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember mendirikan 12 tenda untuk menaungi 675 orang pekerja yang melakukannya.
“Cuaca seringkali hujan pada sore hari. Tapi insyaallah aman. Kami sudah antisipasi. Sepanjang hujannya tidak deras dan tidak mengenai surat suara, kami tetap akan jalankan. Tapi kalau hujan terlalu deras diikuti angin kami akan ambil kebijakan amankan surat suara,” kata Ketua KPU Jember M. Syai’in, Minggu (7/1/2024).
Sejauh ini belum ada surat suara yang rusak karena air hujan. Hingga 6 Januari kemarin, dari 553 ribu surat suara yang disortit dan dilipat, ditemukan 407 lembar surat suara rusak dan 460 surat suara yang kurang. “Kerusakan ini akan kami laporkan untuk dimintakan penggantian,” kata Syai’in.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu Jember Sanda Aditya Pradana mengatakan, hujan deras sempat membuat air masuk ke tenda dan menggenang. “Becek. Di dalam gudang juga tidak bisa mengambil barang, sehingga proses pelipatan sampai jam dua siang, tidak sampai sore hari,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan Bawaslu Jember, beberapa surat suara rusak berupa robek, terpotong, dan tintanya tidak tercetak sempurna. Belum ada kerusakan karena terkena air hujan. Namun Bawaslu menemukan ada kotak suara yang sempat terkena hujan. “Yang awal kalau tidak salah 243 kotak surat suara. Sampai jadi bubur karena kena air, akibat plastik pembungkusnya robek. Sudah dilaporkan ke KPU Jawa Timur,” kata Sanda. [wir]






