Pamekasan (beritajatim.com) – Aksi balap liar yang kerap dilakukan sejumlah pemuda di kabupaten Pamekasan, menjadi atensi khusus dari pihak kepolisian, khususnya Satlantas Polres Pamekasan.
Terlebih aksi bali tersebut, juga sering dilakukan di sejumlah titik padat lalu lintas di beberapa tempat pusat perkotaan. Seperti di depan rumah dinas Bupati Pamekasan, Jl Kabupaten, trek lurus Asem Manis Jl Jokotole, serta beberapa titik lainnya.
Kondisi tersebut dinilai sangat berpotensi menimbulkan ketertiban umum berupa kecelakaan, baik bagi pengendara pribadi maupun orang lain atau masyarakat secara umum.
Guna mengantisipasi sekaligus mengurangi aksi tersebut, pihak kepolisian melalui Satlantas Polres Pamekasan, mengamankan beberapa unit motor yang dijadikan sebagai sarana balap liar.
Baca Juga: Ini Kata ‘Sultan Madura’ Soal Video Viral Gus Miftah di Pamekasan
“Selain itu, kami juga intens melaksanakan kegiatan pendidikan masyarakat bidang lalu lintas (Dikmas Lantas) ke beberapa sekolah, termasuk komunitas motor hingga sejumlah orang tua,” kata Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP L Rahmad Budiarto, Minggu (7/1/2024).
Kegiatan tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, sebab rata-rata pelaku aksi balap liar merupakan sisa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat. Bahkan sebagian lainnya justru siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat.
Baca Juga: Sepakan Terakhir, 7 Bangunan di Pamekasan Rusak Akibat Cuaca Ekstrem
“Alhamdulillah saat melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, kami mendapat respon positif. Baik dari para siswa maupun para guru di sekolah,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga kembali mengingatkan sekaligus mengimbau seluruh masyarakat agar bersama memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamribmas).
“Dari itu mari kita bersama menjaga harkamribmas, guna mewujudkan kabupaten aman, lancar dan kondusif. Serta aman dari aksi balap liar yang dapat membahayakan bagi pengendara pribadi maupun orang lain,” pungkasnya. [pin/kun]






