Bojonegoro (beritajatim.com) – Sektor pariwisata Kabupaten Bojonegoro menyumbang realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2023 sebesar Rp1.026.374.000,00 (Rp1.02 miliar). Angka tersebut berasal dari lima objek wisata yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro.
Sekretaris Disbudpar Bojonegoro, Biyanto mengatakan, capaian PAD 2023 sektor pariwisata sebanyak 65,2 persen dari target yang dipatok Disbudpar sebesar Rp1.574.281.800,00. Sedangkan total kunjungan ke lima objek tersebut sebanyak 18.984 wisatawan.
Total realisasi PAD Rp1,02 miliar itu berasal dari retribusi obyek wisata Dander Water Park, Kayangan Api, Waduk Pacal, dan Pesanggrahan. Termasuk dari Gedung Serba Guna per 29 Desember 2023.
“Dari realisasi itu, pendapatan paling tinggi dari wisata Kayangan Api,” ujarnya, Kamis (4/1/2024).
Perolehan PAD dari pengelolaan Kayangan Api melampaui target yakni 101,15 persen. Lampauan ini diperoleh dari 8.060 kunjungan wisata sehingga mampu menyetor PAD sebesar Rp318.628.000,00, lebih tinggi dari target sebesar Rp 315.000.000,00.
Posisi runner up capaian secara persentase ditempati destinasi wisata Waduk Pacal sebesar 81,55 persen dengan jumlah kunjungan sebanyak 2.390 pelancong. Sementara setoran PAD yang dihasilkan sebesar Rp85.630.000,00, belum mencapai target yang ditetapkan sebesar Rp105.000.000,00.
Sedangkan Dander Water Park berada di posisi ketiga mencapai 58,64 persen dari PAD yang ditargetkan sebesar Rp 825.850.200,00 atau terealisasi sebesar Rp 484.263.000,00. Sementara jumlah kunjungan terekam sebanyak 8.493 wisatawan.
“Meskipun persentase target tercapai berada di posisi ketiga namun Dander Water Park secara nominal menyumbang PAD terbanyak, yaitu Rp484,2 juta,” ujar mantan Camat Sekar ini.
Sedangkan untuk kelompok data jumlah pelancong pada masa libur Natal saja sejak 22 Desember 2023 sampai menjelang Tahun Baru pada 31 Desember 2023 tercatat mencapai 12.370 pengunjung. Puncak jumlah kunjungan terjadi pada tanggal 25 Desember 2023, tepat saat Natal, yakni sebanyak 2.001 pengunjung.
Jumlah pengunjung itu belum termasuk yang dicatat pada libur Tahun Baru 1 Januari 2023. Yakni sebanyak 7.648 kunjungan di obyek wisata Dander Water Park, Kayangan Api, Waduk Pacal, dan Rumah Singgah Wonocolo.
“Jika dibanding PAD 2022 memang realisasinya turun, sebab ada penggunaan Pesanggaran sebagai rumah pantau Covid, sehingga ada dana masuk dari APBN yang membuat PAD saat itu tercapai Rp2.019.048.000,” ungkap Biyanto.
Meski begitu, sejumlah langkah guna meningkatkan jumlah kunjungan wisata telah diupayakan oleh Disbudpar. Antara lain dengan mengagendakan berbagai event menarik di obyek wisata.
Selain itu, tren obyek wisata dinilai masih minim inovasi menjadi salah satu kendala yang dihadapi. Sehingga diperlukan kreativitas demi mengurai masalah tersebut. Semiisal dengan menambah wahana dan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
“Kami ada target inovasi di 2024, diantaranya untuk Kayangan Api, pada jalan masuk lokasi akan dicor beton, dan dibuatkan tempat parkir lebih representatif, dan beberapa inovasi lainnya,” pungkasnya. [lus/beq]






