Malang (beritajatim.com) – M Indra Riamizad Raicudu, S.Pd., dinobatkan sebagai lulusan terbaik program sarjana Universitas Islam Malang wisuda periode ke-72 tahun 2024. Indra, sapannya, meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96. Menariknya, ia tidak hanya menjadi lulusan terbaik, tetapi juga hafiz Al-Quran 20 Juz.
“Dari SMP saya memang di pondok, SMA juga di pondok. Awal kuliah saya belum mondok, sampai ada temen sekelas di matematika yang ternyata dia di Pesantren Kampus Ainul Yaqin (PKAY) Unisma sambil menghafal Al-Quran. Saya awal mondok dan menghafal Al-Qur’an sejak semester 3. Sekarang alhamdulillah sudah 20 juz,” kisah Indra kepada awak media, Kamis (4/1/2024).
Ia merasa suka matematika karena sang ibunda punya usaha kecil-kecilan. Dari situ Indra kemudian terbiasa menghitung. Meski begitu, Indra sempat mendaftar di Kedokteran pada beberapa kampus, walau pada akhirnya memutuskan kuliah di pendidikan matematika Unisma.
“Saya besar di keluarga yang Nahdlatul Ulama (NU), saya tertarik memutuskan kuliah di Unisma karena selain dekat juga bisa belajar keislamanan,” ungkapnya.
Indra menjelaskan untuk menjadi lulusan terbaik selama ini terus bekerja keras dan memberikan yang terbaik. Hal itu juga diperkuat dengan dukungan dan doa dari orang tua.
“Pesan saya untuk adik-adik tingkat, teruslah belajar sungguh-sungguh, baik elajar formal maupun nonformal semua dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Indra menutup.
Lulusan terbaik program sarjana kedua atas nama Ronika Maulidina, S.A.P. dari Fakultas Ilmu Administrasi prodi administrasi Publik. Perempuan asal Malang ini meraih IPK. Skripsinya membahas tentang Analisis Stakeholder dalam Pengendalian Konversi Lahan Hijau di Desa Pendem Kecamatan Junrejo kota Batu.
Lulusan terbaik ketiga program sarjana diraih Dwi Rositasari, S.Pd., dari Fakultas Agama Islam prodi Pendidikan Agama Islam. Ia meraih IPK 3,96 dengan skripsi berjudul Penerapan Model Pembelajaran VAK (Visualization, Auditory, Kinesthetic) Berbasis Media Audio-Visual pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Budi Mulia Pakisaji Malang.
Sementara itu, lulusan terbaik program Pascasarjana diraih Sardin Wance M.Kn. dari prodi Kenotariatan. Pria asal Buru Selatan – Maluku ini meraih IPK 3,96. Hasil penelitian tesisnya mengusulkan kepada pemerintah agar dapat merubah Undang Undang ketenagakerjaan karena masih pakai yang lama bukan baru.
“Saat Ini banyak perubahan terjadi, sehingga undang-undang ketenagakerjaan bisa lebih merespon terhadap masyarakat. Apalagi pada saat covid banyak pembatalan secara sepihak dari perusahaan,”
Mahasiswa asal Ambon ini bisa sampai ke Unisma karena banyak rekomendasi dari banyak kakak tingkatnya yang kuliah di Unisma. Ia direkomendasikan bahwa notaris yang bagus Jawa Timur ada di Unisma.
“Unisma salah satu kampus yang bagus karena memprioritaskan keislaman, berlandas keislaman, kampus NU. Setelah lulus saya berencana buka kantor kenotariatan sendiri di Ambon. Saran saya untuk mahasiswa dari timur agar kuliah tepat waktu ya kerjakan setiap tugas dengan baik, tidak melawan sama dosen dan turuti dosen,” pesan Sardin Wance pada mahasiswa lain.
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., menjelaskan bahwa wisuda Unisma periode ke 72 akan berlangsung 6 januari 2024 mendatang. Wisuda total berjumlah 643 orang.
“Ini bagian dari upaya pelayanan akademik Unisma pada mahasiswa yang lebih dari 8 semester, kita dorong lakukan percepatan, kita gerakkan seluruh pimpi fakultas, tanpa mengurangi kualitas tugas akhir yang harus dipenuhi mahasiswa,” ucap Maskuri.
Menurut Rektor, Unisma berorientasi bukan sekedar skripsi, melainkan mahasiswa bisa juga lulus dengan membuat jurnal atau magang di perusahaan lalu membuat harus laporan karya ilmiah.
“Itu yang menjadi komitmen kami menjadi percepatan kami di sarjana, magister, dan doktoral. Ini adalah menjadi bagian dari pelayanan kami, bagaimana dosen proaktif, membimbing mahasiswa, tidak hanya ditunggu dosen, tetapi pimpinan juga memetakan. Bahkan dosen kita konsolidasikan untuk memberi bimbingan terhadap mahasiswa,” tutup Maskuri. (dan/ted)






