Surabaya (beritajatim.com) – Tragedi Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya yang menewaskan 3 orang dan membuat 1 korban harus dirawat intensif usai menenggak miras masih belum selesai. Bartender Cruz Lounge Bar Vasa Hotel berinisial AR diduga punya peran vital dalam tragedi ini.
Beritajatim.com mewawancarai Akbar Kashogi Purnama, salah satu orang yang malam itu juga menenggak miras bersama William Adolf Refly, Reza Ghulam, Indro Purnomo dan Mitra Ohello. Tiga nama belakang tersebut dinyatakan meninggal dunia dengan jumlah leukosit (sel darah putih) di atas batas normal manusia.
“Iya saya ikut minum. Rasa minumannya itu awal-awal tidak terasa kalau mengandung alkohol. Minuman itu disediakan oleh pihak bartender,” kata pria yang akrab dipanggil Ogie itu.
Menurut Ogie, minuman di dalam karafe itu dipesan oleh Refly yang juga teman akrab dari AR. Ogie mengaku tidak tahu berapa karafe yang dipesan oleh Refly.
Ia menyadari bahwa efek minuman yang dikonsumsi aneh saat karafe datang ketiga kalinya. Namun ia tidak menghiraukan.
Ogie pun kembali naik panggung. Setelah selesai menghibur penonton selama 30 menit, ia bersama para korban kembali ke meja dan minum hasil racikan AR.
“Di tenggorokan memang panas. Nah, jam 10 setelah kita main, kita minum lagi. Itu tambah nggak enak lagi panasnya. Ternyata Refly bilang ke saya kalau minumannya lebih strong,” imbuh Ogie.
Ogie sempat mengetahui AR menawarkan minuman keras kepada para anak band. Saat itu, AR berkomunikasi via chat dengan Refly untuk menjual minuman milik Cruz Lounge Vasa Hotel. Refly sempat bertanya kepada Ogie untuk membelinya. Ogie pun sepakat.
“Saya bilang kepada Refly ya terserah (kalau beli). Karena kan saya pimpinan, leader, ya solidaritas lah. Bentuk apresiasi juga ke teman-teman band,” tuturnya.
Beritajatim.com lantas menghubungi Bobbyanto Gunawan, salah satu pengacara korban. Ia mengaku belum mendapatkan kabar apapun dari pihak kepolisian terkait status AR yang sudah diperiksa 2 kali.
Ia meminta agar kasus ini dibuka luas dan terang. Apalagi, sampai saat ini tidak ada itikad baik dari Vasa Hotel.
“Tragedi ini disengaja karena jelas kita diketahui ada bahan-bahan kimia yang tercampur dalam minuman tersebut. Yang menyediakan minuman kan Vasa Hotel. Sekarang Vasa Hotel sendiri bungkam dan diam atas tragedi ini, tidak ada klarifikasi, statement ataupun itikad tanggung jawab sedikitpun dari pihak korban maupun keluarga korban,” kata Bobby.
Beritajatim.com lantas mengonfirmasi Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono terkait status AR yang juga sudah diperiksa 2 kali. Namun, sampai berita ini ditulis, Hendro belum memberikan komentar sama sekali. [ang/beq]






