Blitar (beritajatim.com) – Aksi Kepala Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, Kateno, hadang puluhan truk pasir viral di media sosial. Dengan berani Kateno menghadang puluhan truk pasir yang hendak melintas di jalan desa. Aksi kades di Blitar ini terjadi lantaran geramnya pada truk truk perusak jalan yang melintasi kawasannya.
Kades Penataran dua periode tersebut meminta agar puluhan truk pasir itu melintas di jalur yang telah ditentukan. Pasalnya selama ini truk pasir itu melintas di jalan desa yang bukan jalur angkutan pasir. Sehingga jalan desa menjadi rusak.
“Aku ki dadi sopir yo tau tapi yo ra koyo kowe kui tapi yo patuh kirimku Ngadirejo, Mojopanggung tapi yo ra enek masalah aku dadi sopir yowes suwi, iki to duwe bejo 10 tahun dadi lurah, dadi ojo omong retribusi,” kata Kateno, Kades Penataran di depan puluhan sopir truk.
(Saya ini jadi sopir juga pernah tetapi tidak seperti kamu itu, saya patuh saya kirim ke Ngadirejom Mojopanggug tetapi ya tidak ada maslah. Saya jadi sopir sudah lama. Sekarang saya beruntung 10 tahun jadi Lurah sehingga jangan ngomong soal retribusi,” kata Karteno.
Kateno meminta semua sopir truk pasir untuk patuh terhadap aturan dan ketentuan yang telah disepakati. Meski telah membayar retribusi, namun Kades Penataran itu meminta agar para sopir truk pasir tetap patuh dan melintas di jalur yang telah ditentukan.
“Dadi ojo ngomongke retribusi, retribusi kog wei kenek ora yo kenek mergane desa ora menganjurkan,” imbuhnya.
(Jadi stop bahas retribusi. Retribusi itu dikasih tidak masalah tidak dikasih juga tak mengapa karena desa memang tidak menganjurkan,” imbuhnya,)
Terkait retribusi yang diberikan oleh para sopir truk pasir kepada warga, Kateno menjelaskan bahwa itu tidak dianjurkan oleh pihak desa. Sehingga para sopir tidak wajib untuk memberikan retribusi.
Menurut Kades Penataran, yang paling utama yakni para sopir truk tersebut tidak boleh lagi melintas di jalur desa. Kendaraan truk pasir itu pun diminta untuk melintas di jalur yang telah ditentukan.
“Dadi saiki liwat o kono ae, ojo ngomongke retribusi, aku desa Penataran tidak pernah menerima suap retribusi,” tutupnya.
(Jadi sekarang lewat saja kawasan itu dan jangan membicarakan retribusi. Desa Penataran tidak pernah menerima suap retribusi,” tutupnya)
Aksi yang dilakukan oleh Kateno itu pun mendapatkan respon positif dari netizen. Mayoritas netizen memuji sikap dan keberanian Kades Penataran untuk memblokade jalan bagi truk pasir.
“Terbaik pak Kades, salam dari Blitar Kidol,” tulis @kanjengbudi***
“Kades ki ngeneki lo,,berani turun lapangan,” tulis @andre_***
Permasalahan soal tambang pasir memang sering terjadi di Blitar. Beberapa kecamatan yang menjadi lumbung pasir, masyarakatnya sering kali protes terhadap truk-truk pasir yang melintas karena merusak jalan. [owi/aje]






